Analisis Rantai Nilai Pariwisata Berkelanjutan di Danau Toba Indonesia
Felix Broson Manurung, Rochdi Mohan Nazala, S.I.P., M.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Studi ini menganalisis kontribusi pariwisata berkelanjutan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Danau Toba, Indonesia, menggunakan kerangka kerja Analisis Rantai Nilai Pariwisata Berkelanjutan (STVCA). Sebagai Destinasi Prioritas, potensi besar Danau Toba dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan yang kompleks. Penelitian ini mengusulkan integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam Rantai Nilai Pariwisata untuk evaluasi dampak yang lebih holistik. Menggunakan metode kualitatif, tesis ini memetakan rantai nilai pariwisata dan menganalisis dampaknya secara ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Meskipun pariwisata secara signifikan meningkatkan PDB lokal dan penciptaan lapangan kerja, hal ini terkendala oleh kebocoran pendapatan dan distribusi manfaat yang tidak merata. Secara sosial-budaya, pariwisata membantu melestarikan warisan Batak tetapi berisiko mengkomodifikasi budaya. Secara lingkungan, destinasi ini menghadapi masalah polusi, masalah pengelolaan limbah, dan kelangkaan sumber daya, yang mengancam aset alamnya. Analisis mengidentifikasi peluang dalam ekowisata, inisiatif berbasis komunitas, dan teknologi hijau. Namun, tantangan besar tetap ada, termasuk koordinasi pemangku kepentingan yang buruk, infrastruktur yang tidak memadai, dan partisipasi masyarakat yang terbatas. Studi ini menyimpulkan bahwa transisi Danau Toba menuju keberlanjutan memerlukan strategi yang lebih terintegrasi dan kolaboratif untuk selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan memastikan manfaat jangka panjang yang adil bagi wilayah tersebut.
This thesis analyzes sustainable tourism's contribution to the Sustainable Development Goals (SDGs) in Lake Toba, Indonesia, using the Sustainable Tourism Value Chain Analysis (STVCA) framework. As a Super Priority Destination, Lake Toba's immense potential is challenged by complex economic, socio-cultural, and environmental issues. The research argues for integrating sustainability principles into the Tourism Value Chain (TVC) for a more holistic impact evaluation. Using qualitative methods, this thesis maps the tourism value chain and analyzes its economic, socio-cultural, and environmental impacts. While tourism significantly boosts local GDP and job creation, it is undermined by revenue leakage and inequitable benefit distribution. Socio-culturally, it helps preserve Batak heritage but risks cultural commodification. Environmentally, the destination suffers from severe pollution, waste management issues, and resource depletion, threatening its natural assets. The analysis identifies opportunities in ecotourism, community-based initiatives, and green technology. However, major challenges remain, including poor stakeholder coordination, inadequate infrastructure, and limited community participation. The study concludes that Lake Toba’s transition to sustainability requires a more integrated and collaborative strategy to align with the SDGs and secure long-term, equitable benefits for the region.
Kata Kunci : Pariwisata berkelanjutan, rantai nilai pariwisata, analisis rantai nilai pariwisata berkelanjutan, danau toba, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)