Konstruksi Realitas dan Framing Strategi Ketahanan Pangan Nasional dalam Surat Kabar Kompas
Farah Salsabila, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D.; Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
2025 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Ketahanan pangan merupakan isu strategis dalam pembangunan nasional Indonesia sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2020–2024 dan Undang-Undang No. 18 Tahun 2012. Meskipun Indonesia memiliki potensi pertanian yang besar, kenyataan di lapangan menunjukkan paradoks seperti peringkat buruk dalam indeks kelaparan ASEAN, menurunnya produksi pangan akibat El Nino 2023, serta tingginya kerentanan pangan di berbagai wilayah. Strategi ketahanan pangan menuntut kolaborasi penta helix ABCGM (Akademisi, Bisnis, Komunitas, Pemerintah, Media). Dalam hal ini, media massa, khususnya surat kabar, berperan dalam membentuk konstruksi realitas sosial melalui pembingkaian berita. Penelitian ini menganalisis bagaimana Harian Kompas membingkai dan membangun realitas strategi ketahanan pangan nasional melalui frekuensi. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), analisis dilakukan secara statistik deskriptif dan kualitatif berbasis teori agenda-setting, framing Robert N. Entman, serta konstruksi sosial. Data dikumpulkan melalui seleksi berita, diolah melalui coding sheet dan pivot table di Excel untuk analisis kuantitatif, serta dianalisis kualitatif dengan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan pemberitaan Kompas terhadap isu ketahanan pangan bersifat fluktuatif dan event-driven, dengan penekanan dominan pada dimensi ketersediaan dan produksi. Pemerintah tampil dominan sebagai aktor penanggung jawab, mencerminkan narasi top-down dan kebijakan-sentris. Framing utama dalam berita menekankan kemandirian dan kedaulatan pangan, serta resistensi terhadap ketergantungan impor. Meski tetap memuat kritik konstruktif dan rekomendasi berbasis data, peran aktor non-negara seperti petani dan masyarakat sipil masih marginal. Dalam perspektif konstruksi realitas sosial, Kompas tahap eksternalisasi (penciptaan narasi dominan oleh negara), objektivasi (pembakuan diskursus melalui data statistik dan pluralitas sumber), dan internalisasi (reproduksi narasi). Meskipun menjaga citra netral dan kredibel, pemberitaan Kompas secara ideologis tetap berada dalam kerangka pembangunan elitis dan teknokratis. Dengan demikian, konstruksi realitas ketahanan pangan yang dibangun Kompas belum sepenuhnya partisipatif dan inklusif.
Food security is a strategic issue in Indonesia’s national development agenda, as outlined in the 2020–2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN) and Law No. 18/2012. Despite the country's vast agricultural potential, persistent challenges remain, including a low ASEAN hunger index ranking, declining food production due to the 2023 El Niño, and widespread food vulnerability. Addressing food security requires collaboration across the penta-helix sectors (Academia, Business, Community, Government, and Media). This study examines how Kompas, a leading Indonesian newspaper, frames and constructs the reality of national food security strategies through news frequency. Employing a mixed-methods approach, the research integrates descriptive statistical analysis and qualitative interpretation based on agenda-setting theory, Entman’s framing theory, and the social construction of reality. Data were collected through news selection, processed using coding sheets and Excel pivot tables for quantitative analysis, and analyzed qualitatively with NVivo software. Findings indicate that Kompas coverage is fluctuating and event-driven, with dominant frames emphasizing availability and production. The government emerges as the primary actor, reflecting a top-down, policy-centric narrative. While promoting food self-sufficiency and sovereignty, the framing marginalizes non-state actors such as farmers and civil society. In terms of social construction, Kompas operates through externalization (state-driven narratives), objectivation (standardized discourse via statistics and diverse sources), and internalization (narrative reproduction). Despite its neutral and credible tone, Kompas aligns ideologically with elitist and technocratic development, resulting in a food security discourse that remains insufficiently participatory and inclusive.
Kata Kunci : Strategi Ketahanan Pangan Nasional, Pembingkaian, Konstruksi Realitas, Media Massa, Surat Kabar, Kompas