PENGARUH KETEBALAN LAPISAN NANOKOMPOSIT Fe3O4/rGO DISINTESIS HIJAU TERHADAP BIOSENSOR BERBASIS SURFACE PLASMON RESONANCE
Nazhwa Syifa, Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Eng.
2025 | Skripsi | FISIKA
Penelitian ini menganalisis pengaruh ketebalan lapisan nanokomposit Fe3O4/rGO dengan variasi 0,015 gram; 0,025 gram; 0,050 gram; dan 0,075 gram terhadap karakteristik Surface Plasmon Resonance (SPR). Nanokomposit Fe3O4/rGO disintesis melalui metode sintesis hijau menggunakan larutan ekstrak daun Moringa oleifera (MO) dan Amaranthus viridis (AV) sebagai agen reduksi. Fe3O4/rGO diaplikasikan pada sistem prisma/Au/Fe3O4/rGO/udara untuk mengukur fenomena SPR dengan variasi ketebalan nanokomposit. Hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa Fe3O4 memiliki struktur face center cubic dengan inverse spinel dan memiliki ukuran kristalit 14,6±0,5 nm dan untuk Fe3O4/rGO berukuran kristalit 13,0±0,5 nm. Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) mengonfirmasi terbentuknya nanokomposit dengan adanya gugus fungsi Fe-O dan C=C. analisis absorbansi UV-Vis Spectroscopy menunjukkan adanya pergeseran puncak ke arah yang lebih kecil setelah ditambahkan dengan rGO. Pengamatan fenomena SPR menunjukkan adanya pergeseran sudut ke arah kanan seiring dengan penambahan ketebalan nanokomposit Fe3O4/rGO. Nilai sudut SPR untuk nanokomposit Fe3O4/rGO variasi ketebalan 0,015 gram; 0,025 gram; 0,050 gram; dan 0,075 gram masing-masing adalah 40,58°; 40,68°; 40,82°; dan 40,86° Pengamatan SPR mengindikasikan bahwa peningkatan ketebalan nanokomposit menghasilkan pergeseran sudut SPR yang lebih besar, menunjukkan sensitivitas biosensor yang meningkat. Hasil ini menunjukkan potensi aplikasi nanokomposit Fe3O4/rGO dalam pengembangan biosensor berbasis SPR dengan sensitivitas tinggi.
Penelitian ini menganalisis pengaruh ketebalan lapisan nanokomposit Fe3O4/rGO dengan variasi 0,015 gram; 0,025 gram; 0,050 gram; dan 0,075 gram terhadap karakteristik Surface Plasmon Resonance (SPR). Nanokomposit Fe3O4/rGO disintesis melalui metode sintesis hijau menggunakan larutan ekstrak daun Moringa oleifera (MO) dan Amaranthus viridis (AV) sebagai agen reduksi. Fe3O4/rGO diaplikasikan pada sistem prisma/Au/Fe3O4/rGO/udara untuk mengukur fenomena SPR dengan variasi ketebalan nanokomposit. Hasil analisis X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa Fe3O4 memiliki struktur face center cubic dengan inverse spinel dan memiliki ukuran kristalit 14,6±0,5 nm dan untuk Fe3O4/rGO berukuran kristalit 13,0±0,5 nm. Analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) mengonfirmasi terbentuknya nanokomposit dengan adanya gugus fungsi Fe-O dan C=C. analisis absorbansi UV-Vis Spectroscopy menunjukkan adanya pergeseran puncak ke arah yang lebih kecil setelah ditambahkan dengan rGO. Pengamatan fenomena SPR menunjukkan adanya pergeseran sudut ke arah kanan seiring dengan penambahan ketebalan nanokomposit Fe3O4/rGO. Nilai sudut SPR untuk nanokomposit Fe3O4/rGO variasi ketebalan 0,015 gram; 0,025 gram; 0,050 gram; dan 0,075 gram masing-masing adalah 40,58°; 40,68°; 40,82°; dan 40,86° Pengamatan SPR mengindikasikan bahwa peningkatan ketebalan nanokomposit menghasilkan pergeseran sudut SPR yang lebih besar, menunjukkan sensitivitas biosensor yang meningkat. Hasil ini menunjukkan potensi aplikasi nanokomposit Fe3O4/rGO dalam pengembangan biosensor berbasis SPR dengan sensitivitas tinggi.
Kata Kunci : Biosensor, Nanokomposit Fe3O4/rGO, Nanopartikel Emas, SPR