Analisis Kemiskinan Multidimensi Berbasis Gender Melalui Regionalisasi dan Pola Spasialnya di Indonesia
Dhia Fauzia Rahman, Prof. Dr. R. Rijanta, M.Sc.; Dr. RR. Wiwik Puji Mulyani, M.Si.
2025 | Tesis | S2 Geografi
Kemiskinan sebagai masalah fundamental membentuk berbagai masalah lain yang terkait seperti kesenjangan kesejahteraan dan termasuk di dalamnya kesenjangan antar gender. Kajian kemiskinan berbasis gender membutuhkan pendekatan kapabilitas untuk menjelaskan kompleksitas perbedaan akses pembangunan antar gender sehingga pengentasan kemiskinan terwujud sejalan dengan kesetaraan gender dalam pembangunan. Indonesia sebagai negara yang memiliki cakupan wilayah luas dan karakteristik yang sangat beragam memungkinkan adanya disparitas antar wilayah sehingga analisis spasial dapat memberikan perspektif keterkaitan antar wilayah yang terbentuk sebagai interaksi obyek yang dikaji. Oleh karena itu, kajian kemiskinan multidimensi berbasis gender juga memerlukan analisis spasial khususnya di Indonesia untuk menjelaskan disparitas yang terbentuk serta memberikan pandangan untuk perumusan kebijakan yang sesuai dalam rangka mengentaskan kemiskinan melalui perspektif gender. Penelitian ini bertujuan : (1) membentuk regionalisasi provinsi di Indonesia berdasarkan pembangunan kemiskinan berbasis gender (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk pengukuran kemiskinan multidimensi berbasis gender di Indonesia (3) mengukur kemiskinan multidimensi berbasis gender berdasarkan faktor-faktor yang membentuk pengukuran kemiskinan multidimensi berbasis gender di Indonesia. (4) mengidentifikasi pola spasial kemiskinan multidimensi berbasis gender di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data sekunder berupa indikator kemiskinan dan gender dari BPS serta susenas 2023. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis klaster, analisis faktor, analisis statistik deskriptif serta indeks moran. Hasil penelitian ini menunjukkan regionalisasi provinsi di Indonesia berdasarkan pembangunan kemiskinan berbasis gender didominasi oleh klaster sedang, sementara klaster rendah terdapat di Pulau Papua. Faktor-faktor yang membentuk pengukuran kemiskinan multidimensi berbasis gender di Indonesia dan urutan kontribusi terbesarnya terdiri atas akses informasi, perumahan dan sumber air, status dan aset rumah tangga, pendidikan serta kesehatan. Pengukuran kemiskinan multidimensi berbasis gender di Indonesia menghasilkan kemiskinan multidimensi suatu daerah dapat berbeda sesuai unit analisis dan kelompok usia. Namun kemiskinan multidimensi perempuan secara umum cenderung lebih tinggi daripada kemiskinan multidimensi laki-laki. Pola spasial kemiskinan multidimensi berbasis gender di Indonesia menunjukkan sebagian besar berpola random. Provinsi klaster tinggi memiliki autokorelasi positif sementara provinsi klaster rendah memiliki autokorelasi negatif. Perumusan kebijakan pengentasan kemiskinan berbasis gender dapat mengacu pada karakteristik jenis kelamin dan relasinya terhadap gender untuk mengidentifikasi variabel dan indikator yang dapat diintervensi.
Poverty as a fundamental problem shapes various other related problems such as the welfare gap and including the gap between genders. Gender-based poverty studies require a capability approach to explain the complexity of differences in access to development between genders so that poverty alleviation is realized in line with gender equality in development. Indonesia as a country that has a wide area coverage and very diverse characteristics allows for disparities between regions so that spatial analysis can provide a perspective on the interconnectedness between regions that are formed as the interaction of the objects being studied. Therefore, multidimensional gender-based poverty studies also require spatial analysis, especially in Indonesia, to explain the disparities that have formed and provide proper perspective for the formulation of policies in order to alleviate poverty through a gender perspective. This research aims to : (1) establish the regionalization of provinces in Indonesia based on gender-based poverty development (2) identify the factors that shape the measurement of gender-based multidimensional poverty in Indonesia (3) formulate the results of multidimensional gender-based poverty measurement in Indonesia (4) identify the spatial pattern of multidimensional gender-based poverty in Indonesia. Quantitative methods were used in this study with secondary data sources of poverty and gender indicators from BPS and susenas 2023. The analysis techniques used are cluster analysis, factor analysis, descriptive statistical analysis and moran index. The results of this study show that the regionalization of provinces in Indonesia based on gender-based poverty development dominated by medium cluster while low cluster only in Papua Island. The factors that formed the measurement of multidimensional gender-based poverty in Indonesia and the order of their greatest contribution consist of information access, housing and water resources, household status and assets, education and health. Multidimensional gender-based poverty measurement in Indonesia can differ according to the analysis unit and age group. However, women's multidimensional poverty in general tends to be higher than men's multidimensional poverty. The spatial pattern of multidimensional gender-based poverty in Indonesia shows that most of it is random. High cluster provinces have a positive autocorrelation while low cluster provinces have a negative autocorrelation. The formulation of gender-based poverty alleviation policies can refer to sex characteristics and their relation to gender to identify variables and indicators that can be intervened.
Kata Kunci : kemiskinan multidimensi, gender, kelompok usia