POTENSI PENERAPAN FRONT-OF-PACK LABELING DI INDONESIA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR: SYSTEMATIC REVIEW BERDASARKAN PRAKTIK GLOBAL
Dini Triwahyuni, Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP ; Dr. Fatma Zuhrotun Nisa, STP., MP
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang : Pola makan tidak sehat, terutama konsumsi tinggi makanan ultra-proses, merupakan salah satu pendorong utama penyakit tidak menular (PTM) secara global. Pemahaman gizi yang terbatas berkontribusi terhadap pilihan makanan yang kurang sehat. Untuk mengatasi hal ini, WHO merekomendasikan penggunaan front-of-pack labeling (FOPL) guna mendorong keputusan yang lebih sadar dan sehat. Beberapa negara telah menerapkan kebijakan FOPL, sementara Indonesia masih berada pada tahap pengembangan kebijakan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan sistem FOPL secara global serta potensi penerapannya di Indonesia.
Metode: Penelitian ini mengikuti pedoman PRISMA untuk mengeksplorasi pengembangan sistem FOPL di berbagai negara berdasarkan panduan WHO. Studi yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2024 diidentifikasi dari lima basis data: PubMed, Scopus, Web of Science, ScienceDirect, dan Google Scholar. Studi yang memenuhi syarat diseleksi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, dan kualitasnya dinilai secara independen menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools.
Hasil : Sebanyak 31 studi dimasukkan dalam tinjauan ini. Analisis kontekstual (n=31) yang dibahas meliputi kebijakan gizi, prevalensi PTM, dan kerangka hukum. Peran pemerintah dilaporkan dalam 20 studi. Keterlibatan pemangku kepentingan dilaporkan dalam 28 studi. Pemilihan format FOPL dibahas dalam 26 studi, dengan fokus pada pengujian kinerja, desain, dan konten label.
Kesimpulan : Pengembangan FOPL di Indonesia menunjukkan keselarasan dengan rekomendasi global dan prioritas nasional. Keberhasilan implementasi memerlukan komitmen pemerintah yang lebih kuat, kolaborasi multistakeholder, serta bukti yang sesuai dengan konteks lokal. Penelitian lanjutan dan keterlibatan publik sangat penting untuk memastikan adopsi sistem FOPL yang efektif dan berkelanjutan.
Background
: Unhealthy diets, especially high intake of ultra-processed foods, are a key
driver of non-communicable diseases (NCDs) globally. Limited consumer
understanding of nutrition contributes to poor food choices. To address this,
the WHO recommends front-of-pack labeling (FOPL) to promote informed, healthier
decisions. While some countries have implemented FOPL policies, Indonesia is
still in the policy development stage.
Objective
: This study aims to explore the development of FOPL systems globally and
explore their potential application in Indonesia.
Methods : This systematic
review followed PRISMA guidelines to explore the development of Front-of-Pack
Labeling systems worldwide based on WHO guidelines. Studies published between
2019 and 2024 were identified from five databases: PubMed, Scopus, Web of
Science, ScienceDirect, and Google Scholar. Eligible studies were screened
according to predefined criteria, and their quality was independently assessed
using the Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Tools.
Results : A total of
31 studies were included. Contextual analysis was covered in all studies(n=31),
mainly discussing nutrition policies, NCD prevalence, and legal frameworks.
Government involvement was reported in 20 studies. Stakeholder engagement was
reported in 28 studies. FOPL format selection was discussed in 26 studies,
focusing on performance testing, design, and content.
Conclusion : The development of FOPL in Indonesia reflects alignment with global recommendations and national priorities. Successful implementation will require strengthened government commitment, multi-stakeholder collaboration, and context-specific evidence. Continued research and public engagement are essential to ensure effective, sustainable adoption of the FOPL system
Kata Kunci : systematic review, penyakit tidak menular, front-of-pack labeling (FOPL)