Laporkan Masalah

Hubungan anatara pola kerja wanita dan fertilitas di desa BOkoharjo kecamatan Prambanan kabupaten Sleman Yogyakarta

Ita Rustanti, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra; Drs. Sukamdi, M.Sc.

1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tulisan ini mengambil topik "Hubungan antara Pola Kerja Wanita dan Fertilitas". Tujuannya adalah mengetahui hubungan antara beberapa variabel sosial-ekonomi wanita menikah terutama keterlibatan wanita dalam kegiatan ekonomi terhadap fertilitas. Penelitian dilaksanakan di sebelah timur kota Yogyakarta yaitu desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan mengambil sebanyak 142 responden dari dua wilayah yang berbeda yaitu daerah pertanian dan non pertanian. Sampel wilayah ditentukan berdasarkan teknik "stratified random sampling". Responden yang diambil adalah wanita menikah berumur antara 40-54 tahun. Untuk mencapai tujuan penelitian maka digunakan teknik analisa tabel frekuensi, tabel silang, uji Kai-kuadrat dan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya kondisi sosial ekonomi responden di daerah non pertanian relatif lebih baik dibanding responden di daerah pertanian. Perbedaan yang tampak nyata meliputi tingkat pendidik- pendapatan, pemilikan lahan dan jenis pekerjaan. Umumnya responden adalah pekerja terus menerus dengan jam kerja penuh pada sektor perdagangan di daerah non pertanian dan sektor usaha tani di daerah pertanian. Walaupun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan fertilitas antara daerah pertanian dan non pertanian. Hal ini disebabkan tidak adanya perbedaan usia kawin dan lama kawin sebagai variabel yang secara langsung mempengaruhi fertilitas di kedua daerah penelitian tersebut. Hasil analisa data menunjukkan adanya hubungan negatip antara variabel sosial ekonomi dan fertilitas, tetapi hubungan tersebut kurang bermakna. Hubungan negatip antara variabel sosial ekonomi dan fertilitas yang cukup bermakna adalah pendidikan bagi responden di daerah pertanian dan pola kerja wanita bagi responden di daerah non pertanian. Wanita yang terus menerus bekerja mempunyai fertilitas lebih rendah dibanding wanita yang tidak terus menerus bekerja. Sementara itu peningkatan pendidikan mendorong fertilitas yang semakin rendah. Dengan demikian pemerataan dan peningkatan Pendidikan di daerah pertanian dan perluasan kesempatan kerja bagi wanita di non pertanian merupakan sarana yang efektif untuk menurunkan fertilitas dari jalur sosial ekonomi

-

Kata Kunci : Fertilitas,Pola kerja wanita,Prambanan,Klaten,Jawa tengah

  1. S1-1994-2940-Ita_Rustanti-abstract.PDF  
  2. S1-1994-2940-Ita_Rustanti-bibliography.PDF  
  3. S1-1994-2940-Ita_Rustanti-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1994-2940-Ita_Rustanti-title.PDF