Mobilitas ulang alik wanita di desa Triharjo dan Gadingsari kabupaten Bantul
Ismantara, Drs. Kasto, M.A.
1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian ini dilaksanakan di Desa Triharjo Kecamatan Pandak dan Desa Gadingsari Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul. Tujuannya untuk mengkaji karakteristik, perilaku, pendapatan, pengeluaran, serta alokasi waktu kerja pelaku mobilitas ulang-alik wanita dari dua desa yang mempunyai aksesibilitas berbeda. Pemilihan daerah sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Cara menentukan aksesibilitas yaitu dengan network analysis dan perbandingan sarana dan prasarana transportasi. Responden diambil dengan metode sensus, masing-masing desa penelitian diambil dua dusun sebagai sampel. Jumlah responden yang diambil 72 responden asal Desa Triharjo dan 60 responden asal Desa Gadingsari. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tabel frekuensi dilengkapi analisis tabel silang. Hasil penelitian diperoleh alasan utama yang mendorong responden melakukan mobilitas ulang-alik adalah membantu meningkatkan taraf hidup keluarga (72,3% di Triharjo dan 83,3% di Gadingsari). Keadaan ini menun- jukkan bahwa ada fenomena perilaku mobilitas ulang-alik dari daerah penelitian khususnya dan dari daerah pedesaan umumnya, fenomena ini berhubungan dengan keadaan demografi, sosial ekonomi rumahtangga dan daerah penelitian. Jarak tempuh rata-rata responden asal Triharjo relatif lebih jauh 55,6 persen menggunakan sepeda, karena tekanan ekonomi mereka harus melakukan- nya. Lain keadaanya responden asal Gadingsari, latar belakang ekonomi keluarga lebih baik 73,3% menggunakan kendaraan bermotor walau rata-rata jarak tempuh lebih dekat. Ada latar belakang ekonomi keluarga namun motif ekonomi adalah motif utama untuk peningkatan ekonomi keluarga. Rata-rata pendapatan responden asal Triharjo Rp 64.320 per bulan dan rata-rata pendapatan responden asal Gadingsari Rp 95.900 per bulan. Rata-rata pengeluaran per bulan responden asal Triharjo dan Gadingsari masing-masing Rp 45.200 dan Rp 69.200. Berdasar analisis tabel silang terbukti bahwa ada hubungan besarnya pendapatan menurut tingkat pendidikan dan pekerjaan pokok. Peran yang disandang wanita dalam keluarga menye- babkan pelaku mobilitas ulang-alik wanita mempunyai peran ganda. Adanya peran ganda tersebut mempengaruhi alokasi waktu kerja baik dalam kegiatan rumahtangga maupun kegiatan pekerjaannya. Rata-rata alokasi waktu kerja dalam kegiatan rumahtangga responden asal Triharjo 31,3 jam per minggu dan 37,2 jam per minggu, responden asal Gadingsari. Rata-rata alokasi waktu kerja untuk pekerjaannya responden asal Triharjo dan Gadingsari masing-masing 57,4 dan 4,65 jam per minggu. Berdasarkan hal ini peran wanita dapat dikatakan sangat berat.
-
Kata Kunci : Perpindahan penduduk,Mobilitas penduduk,Mobilitas Ulang Alik,Pandak,Bantul,DIY