Determinan minat pemanfaatan rawat jalan Puskesmas setelah kenaikan tarif di Kabupaten Kotawaringin Timur
CAHYANTO, Faisal Novendra, Prof.dr. Ali Ghufron Mukti, MSc.,PhD
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatTujuan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk megetahui minat masyarakat untuk memanfatkan pelayanan poliklinik rawat jalan puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Timur sesudah kenaikan tarif rawat jalan Puskesmas dari Rp1.500,- menjadi Rp 4500,- dengan melihat pengaruh faktor-faktor yang ada terhadap minat untuk memanfaatkan poliklinik rawat jalan Puskesmas setelah kenaikan tarif. Cara Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang yang dilakukan dengan cara melakukan survei pada 210 rumah tangga dengan mempergunakan metode survei cepat. Subyek penelitian adalah kepala rumah tangga. Pengambilan sampel secara cluster random sampling dengan mempergunakan perangkat lunak CSurvey. Variabel bebas penelitian ini adalah kemauan membayar, kemampuan membayar, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, kawasan tempat tinggal, keikutsertaan asuransi, jarak, dan persepsi tingkat keparahan penyakit. Sedangkan variabel terikat penelitian ini adalah minat untuk memanfaatkan poliklinik rawat jalan Puskesmas sesudah kenaikan tarif. Analisis Data. Analisis data penelitian dilakukan dengan cara penyajian diskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan rata-rata setiap variabel. Analisis regresi dan korelasi dilakukan untuk membuktikan adanya pengaruh dan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil Penelitian. Sebanyak 184 responden (87,6%) menunjukkan kecenderungan minat untuk tetap memanfaatkan pelayanan rawat jalan Puskesmas setelah kenaikan tarif. Dari data sekunder terlihat bahwa pengaruh kenaikan tarif terhadap koefisien elastisitas harga dari pemanfaatan pelayanan kesehatan rawat jalan bersifat inelastis (Eh<1), sehingga kenaikan tarif tersebut tidak berpengaruh pada tingkat pemanfaatan pelayanan poliklinik rawat jalan. Hasil analisis regresi dan korelasi menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam asuransi kesehatan, kemauan membayar dan kemampuan membayar mempunyai pengaruh dan hubungan yang bermakna (p<0,05) terhadap pemanfaatan pelayanan poliklinik rawat jalan Puskesmas setelah kenaikan tarif. Kesimpulan dan Saran. Kebijakan menaikkan tarif rawat jalan puskesmas dari Rp1.500,- menjadi Rp 4500,- di Kabupaten Kotawaringin Timur tidak mempengaruhi minat untuk memanfaatkan pelayanan rawat jalan Puskesmas. Determinan pemanfaatkan pelayanan rawat jalan Puskesmas setelah kenaikan tarif adalah keikutsertaan dalam asuransi kesehatan, kemauan membayar dan kemampuan membayar. Perlu dilakukan survei kemauan dan kemampuan membayar oleh penentu kebijakan dalam penentuan tarif pelayanan rawat jalan Puskesmas.
Objectives. The objective of the study was to understand utilization of out patient polyclinic service of community health center (CHC) in Kotawaringin Timur district after increasing in out patient service tariff of CHC from Rp. 1,500.00 to Rp. 4,500.00 by considering the existing factors on use of out patient polyclinic of CHC after increasing the tarif and future public interest in using it. Methods. The procedure of the study was observational study by crossectional design surveying 210 households, using rapid survey method. The subjects of study were heads of households. The sample were taken by cluster random sampling by using a CSurvey software. The independent variables of study were willingness to pay, ability to pay, rate of education, jobs, rate of incame, residences, participation of health insurance, distance, and perception on the serious disease rate. While the dependent variables of study were the CHC utilization and the future public interest in using the out patient polyclinic. Analysis. It used the description and the correlation by calculating frequency distribution, average of each variable and proving the presence of relationship between independent and dependent variables. Correlation and regression analiysis were used to prove the effect and correlation between independent and dependent variables. Result. One hundred and eighty four respondent (87,6%) tended to utilize out patient polyclinic service of CHC after increasing the tariff. Based on the secondary data it was shown that the effect of tariff increasing to elasticity coefisien of the CHC utilization was inelastic (Eh<1), so it didn’t affect the utilization of out patient policlinic service. From regression and correlation analysis result in health insurance, willingness to pay and ability to pay showed the significant correlation and effect (p < 0,05) to the utilization of out patient policlinic service after increasing in tariff. Conclusion. The policy of increasing up in out patient service tariff of CHC from Rp. 1,500.00 to Rp. 4,500.00 in Kotawaringin Timur didn’t affect the utilization of out patient polyclinic service of CHC. The interest determinant to utilize it was the participation of health insurance, the willingness to pay and the ability to pay. The survey of it by the stake holders was very important.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Rawat Jalan Puskesmas,Tarif, utilization, out patient polyclinic, increased in tariff