Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ekuitas dan Pertumbuhan Premi Terhadap Profitabilitas Perusahaan Asuransi Jiwa Konvensional di Indonesia
Mey Syahfitri, Prof. Dr. Tandelilin Eduardus, M.B.A
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Industri asuransi jiwa Indonesia memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk di atas 278 juta jiwa dan rata-rata pertumbuhan premi bruto sebesar 5% per tahun. Namun, kontribusinya terhadap PDB menurun dari 3,3% (2020) menjadi 2,7% (2023), disertai fluktuasi tajam laba sebelum pajak dan tingginya rasio klaim selama pandemi. Kondisi ini mendorong penelitian untuk mengidentifikasi faktor internal yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan asuransi jiwa konvensional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan data panel dari 41 perusahaan asuransi jiwa konvensional periode 2020–2024. Variabel dependen adalah return on assets (ROA), sedangkan variabel independen meliputi size (total aset), equity (ekuitas), dan growth (pertumbuhan premi bruto), dengan risk-based capital (RBC) dan age (usia perusahaan) sebagai variabel kontrol. dengan Regresi data panel dilakukan dengan 3 tahap pengujuian sampel perusahaan yang dibedakan berdasarkan bentuk usaha perusahaan asuransi yaitu perusahaan (1) Data asuransi jiwa gabungan (2) Sub-sampel asuransi jiwa swasta nasional dan (3) Sub-sample asuransi jiwa joint venture. pemilihan model melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, yang menghasilkan random effect model (REM) sebagai model terbaik.
Hasil menunjukkan bahwa size berpengaruh positif signifikan hanya pada perusahaan joint venture. Equity dan growth tidak berpengaruh signifikan di semua kelompok. Sebaliknya, RBC dan age terbukti berpengaruh positif signifikan pada perusahaan nasional dan sampel gabungan, menandakan pentingnya kecukupan modal dan pengalaman dalam mendukung stabilitas laba. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas lebih dipengaruhi oleh manajemen risiko dan kedewasaan operasional daripada sekedar ekspansi aset atau peningkatan premi.
Industri asuransi jiwa Indonesia memiliki potensi besar dengan jumlah penduduk di atas 278 juta jiwa dan rata-rata pertumbuhan premi bruto sebesar 5% per tahun. Namun, kontribusinya terhadap PDB menurun dari 3,3% (2020) menjadi 2,7% (2023), disertai fluktuasi tajam laba sebelum pajak dan tingginya rasio klaim selama pandemi. Kondisi ini mendorong penelitian untuk mengidentifikasi faktor internal yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan asuransi jiwa konvensional.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan data panel dari 41 perusahaan asuransi jiwa konvensional periode 2020–2024. Variabel dependen adalah return on assets (ROA), sedangkan variabel independen meliputi size (total aset), equity (ekuitas), dan growth (pertumbuhan premi bruto), dengan risk-based capital (RBC) dan age (usia perusahaan) sebagai variabel kontrol. dengan Regresi data panel dilakukan dengan 3 tahap pengujuian sampel perusahaan yang dibedakan berdasarkan bentuk usaha perusahaan asuransi yaitu perusahaan (1) Data asuransi jiwa gabungan (2) Sub-sampel asuransi jiwa swasta nasional dan (3) Sub-sample asuransi jiwa joint venture. pemilihan model melalui uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier, yang menghasilkan random effect model (REM) sebagai model terbaik.
Hasil menunjukkan bahwa size berpengaruh positif signifikan hanya pada perusahaan joint venture. Equity dan growth tidak berpengaruh signifikan di semua kelompok. Sebaliknya, RBC dan age terbukti berpengaruh positif signifikan pada perusahaan nasional dan sampel gabungan, menandakan pentingnya kecukupan modal dan pengalaman dalam mendukung stabilitas laba. Temuan ini menegaskan bahwa profitabilitas lebih dipengaruhi oleh manajemen risiko dan kedewasaan operasional daripada sekedar ekspansi aset atau peningkatan premi.
Kata Kunci : Asuransi jiwa, profitabilitas, ukuran perusahaan, ekuitas, pertumbuhan premi, risk-based capital, usia perusahaan, regresi data panel, random effect model.