Laporkan Masalah

Pemanfaatan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat (JPKM) oleh keluarga miskin di Kabupaten Klaten

KUSUMAWATI, Efy, Prof.dr. Hari Kusnanto, DrPH

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat keluarga miskin merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat yang termasuk miskin dan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan sistem pembiayaan kesehatan pra-upaya di Kabupaten Klaten. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan JPKM gakin, mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan tidak dimanfaatkannya kartu JPKM gakin, mengetahui tingkat kepuasan peserta JPKM gakin terhadap paket pemeliharaan kesehatan yang lalu, mengetahui tingkat kemauan membayar premi secara mandiri dan mengetahui hubungan antara tingkat kepuasan terhadap paket pemeliharaan kesehatan JPKM yang lalu dengan kemauan membayar premi secara mandiri bagi peserta JPKM gakin yang pernah memanfaatkan JPKM. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan cross sectional survey. Jumlah sampel 251 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, regresi logistik dan Chi-Square pada Program SPSS 10.0 for windows. Hasil analisis. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, pendidikan, pengeluaran per kapita, jarak ke fasilitas kesehatan, sarana transportasi waktu tempuh ke fasiilitas kesehatan dan persepsi sakit dengan pemanfaatan JPKM gakin. Ada hubungan antara pengetahuan tentang manfaat JPKM dengan pemanfaatan JPKM. Faktor-faktor penyebab tidak dimanfaatkannya JPKM gakin adalah peserta tidak sakit, tidak tahu kegunaan kartu JPKM gakin, lupa tidak membawa kartu JPKM gakin, bila sakit pergi ke praktek swasta, bila sakit cukup membeli obat di warung, peserta punya kartu JPS-BK atau punya kartu Askes, takut urusannya berbelit-belit, malu jika periksa ke PPKKS tidak membayar, lupa kalau punya kartu JPKM gakin, bila periksa pagi harus meninggalkan pekerjaan, kartu JPKM gakin hilang dan kartu JPKM gakin belum diberikan. Enam puluh tujuh koma lima puluh tujuh persen (67,57%) responden puas terhadap paket pemeliharaan kesehatan yang lalu dan 64,86% mau membayar premi secara mandiri bagi responden yang pernah memanfaatkan JPKM. Kepuasan terhadap paket pemeliharaan kesehatan JPKM pada masa lalu berhubungan dengan kemauan untuk membayar premi secara mandiri. Kesimpulan. Pengetahuan tentang manfaat JPKM mempengaruhi pemanfaatan JPKM, dan tingkat kepuasan terhadap paket pemeliharaan kesehatan JPKM pada masa lalu berhubungan dengan kemauan untuk membayar premi secara mandiri.

Background: Managed care for poor families was a program performed by Government of Klaten to improve health status of poor families and to enhance the coverage of insured population in Klaten district. Objectives: The purpose of the study is to explore the related factors to utilization of managed care for poor familes, reasons for not utilizing the services by poor families, the level of satisfaction to health care package, the level of willingness to pay their own premium and relationship between the level of satisfaction to health care package and the level of willingness to pay their own premium. Methods: This study combined quantitative and qualitatif methods with cross sectional survey design. The sample size was 251 persons. Standardized questionnaire, tested for their validity and reliability questionnare was used to collect the data. Descriptive statistics, logistic regression and Chi-Square were use in SPSS 10.0 for windows program to analyze the data. Results: Statistical results showed that there were no relationships between age, sex, marital status, religion, education, expenditure, distance to health service, transportation facility, time to acces health service and the utilization of managed care for poor families. There was relationship between knowledge toward the benefit of managed care and the utilization of managed care. Factors influencing the utilization of managed care for poor families were perception of good health by respondents, lack of knowledge about benefit of managed care, failure to bring the required card when visited health care, visiting private health care when sick, buying drug on drug store when sick, having JPS-BK card, or Askes card, afraid of complex bureaucracy, embarrassed of pay nothing when visiting PPKKS, forgot having managed care for poor family card, had to leave job when visiting at morning, loosing managed care for poor family card and managed care for poor family card had not received yet. 67,57% of the communities had high satisfaction toward managed care utilization and 64,86% of the communities had high level of willingness to pay their own premium. Conclusion: Knowledge toward benefit of managed care influenced utilization and the level of previous satisfaction to health care package related to willingness to pay their own premium.

Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Pemanfaatan JPKM, managed care, utilization , satisfaction, willingness to pay


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.