Laporkan Masalah

Peran Psychological Capital terhadap Perilaku Kerja Inovatif dengan Psychological Empowerment sebagai Mediator pada Pelaku UMKM Kota Jambi

M Shafwan, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Persaingan dunia usaha yang sangat ketat di era modern ini, membuat pelaku UMKM harus bisa beradaptasi dan memberikan terobosan baru untuk mengembangkan bisnis yang dimilikinya. Hal ini menuntut perlu adanya ide dan gagasan baru yang kreatif dan inovatif pada pelaku UMKM, agar bisnis mereka bisa naik kelas dan mampu untuk menghadapi dinamika perkembangan dunia usaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran psychological empowerment sebagai mediator antara psychological capital terhadap perilaku kerja inovatif pada pelaku UMKM. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 190 orang yang merupakan pelaku UMKM di Kota Jambi. Instrumen pengukuran yang digunakan meliputi adaptasi dari Skala Perilaku Kerja Inovatif (Janssen, 2000), Skala Psychological Capital (Luthans et al., 2007) dan Skala Psychological Empowerment (Spreitzer, 1995). Metode analisis mediasi sederhana dilakukan menggunakan software Jamovi. Hasil analisis data menemukan bahwa psychological capital berperan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif (?=0,128, CI (0,003-0,253)) dan psychological empowerment berperan sebagai partial mediator ((?=0,155, CI (0,071-0,239)). Berdasarkan hasil ini, pelaku UMKM dapat meningkatkan psychological capital, sehingga dapat menguatkan psychological empowerment untuk bisa menciptakan perilaku kerja inovatif dalam berbisnis.

The very tight business world competition in this modern era, makes UMKM factors must be able to adapt and provide new variants to develop their businesses. This requires the need for new, creative and innovative ideas and concepts for UMKM, so that their businesses can move up a class and be able to face the dynamics of business development. The aim of this research is to explore the role of psychological capital in innovative work behavior through psychological empowerment as a mediator. Measurement instruments used include adaptations of the innovative work behavior scale (Janssen, 2000), the psychological capital scale (Luthans et al., 2007), and the psychological empowerment scale (Spreitzer, 1995). Simple mediation analysis was conducted using jamovi software. The results of the data analysis found that psychological capital significantly influence innovative work behavior (?=0,128, CI (0,003-0,253)) and psychological empowerment serves as a partial mediator ((?=0,155, CI (0,071-0,239)). Based on these results, UMKM can improve psychological capital and that can strength psychological empowerment to be able innovative work behavior in development business.

Kata Kunci : Perilaku Kerja Inovatif; Psychological Capital; Psychological Empowerment

  1. S2-2025-501153-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501153-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501153-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501153-title.pdf