Analisis faktor internal dan faktor eksternal kinerja Bidan C di desa lulusan Sekolah Perawat Kesehatan Nabire di Kabupaten Propinsi Papua
AGAPA, Yulian, dr. Kristiani, SU
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang Masalah: Data cakupan K1, K4, pertolongan persalinan dan kunjungan Neonatal di Kabupaten Nabire pada tahun 2001-2003 secara umum belum mencapai target yang telah ditentukan. Kenyataan tersebut menandakan bahwa program KIA belum berjalan secara optimal walaupun 75% desa telah ditempatkan bidan. Kurangberhasilnya pencapaian cakupan program KIA dan upaya penurunan AKI dan AKB adalah merupakan indikasi lemahnya kinerja bidan C di Kabupaten Nabire. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bidan C di desa dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja Bidan C lulusan SPK Nabire di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan cross-sectional menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Subyek penelitiannya adalah individu yang berjumlah 48 Bidan C lulusan S.P.K Nabire yang bertugas di desa minimal 1 tahun dalam wilayah kerja puskesmas yang mudah dijangkau dengan transportasi. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner, observasi, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah. Hasil : Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif bermakna antara pengetahuan dengan kinerja Bidan C (B = 1,582 dan p = 0,005). Variabel ketrampilan memiliki hubungan positif bermakna dengan variabel kinerja Bidan C (B = 0,162 dan p = 0,031). Demikian halnya, variabel rekan kerja juga memiliki hubungan positif bermakna dengan kinerja Bidan C (B = 0,868 dan p = 0,001). Variabel yang tidak memiliki hubungan positif bermakna dengan kinerja Bidan adalah motivasi (p = 0,543), supervisi (p = 0,283), iklim kerja (p = 0,124) dan kompensasi (p = 0,808). Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel yang berpengaruh positif bermakna dengan kinerja Bidan C adalah pengetahuan, ketrampilan dan rekan kerja. Variabel motivasi, supervisi, iklim kerja dan kompensasi tidak memiliki hubungan yang bermakna.Saran yang bisa diberikan untuk meningkatkan pengetahuan hendaknya Bidan C secara periodik diikutsertakan dalam diklat fungsional. Untuk meningkatkan motivasi hendaknya sistim penghargaan dan sanksi diterapkan oleh Kepala Puskesmas disamping ketepatan pengiriman gaji oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.Untuk mendukung kinerja Bidan C hendaknya Dinas Kesehatan, kepala puskesmas melakukan supervisi secara periodik serta membangun sarana polindes.
Background : Coverage data of K1, K4, pregnance service and Neonatal visiting at Regency of Nabire at 2001-2003 hadn’t achieved a decided target at generally. The fact indicated that KIA program had been implemented at optimally although seventyfive percent of Rural had been replaced Midwive. The failure of coverage target in KIA program and to effort a decrease of AKI and AKB is an indication in lack of C Midwive’s performance at Regency of Nabire.The research mean to know a C midwive’s performance at rural and the factors that correlated with C midwive’s performance graduated from Health Nursing School of Nabire at Regency of Nabire, Province of Papua. Method : The Research type is an observational with crosssectional design that used quantitative and qualitative methods. The research subject is an individual whose ammount of fourtyeight C Midwives graduated in Health Nursing School (HNS) who worked at Rural, minimally one year in the public health work area that ease to be coveraged by transportation. Research instrument that used is a questionare, observation, depth interview and focus group discussion. Result : The quantitative analysis indicated that there was a significantly positive correlation between knowledgement and C Midwive’s performance (B = 1.582 and p = 0.005). Skill variable had a significantly positive correlation with C Midwive’s performance (B = 0.162 and p = 0.031). Therefore, peer variable had also significantly positive correlation with C Midwive’s performance (B = 0.868 and p = 0.001). The variables that had no a significantly positive correlation with C Midwive’s performance were a motivation (p = 0.543), supervision (p = 0.283), work culture (p = 0.124) and compensation (p = 0.808). Conclusion and Recommendation : Based on research result indicated that the influenced variables in significantly positive toward C Midwive’s performance were knowledge, skill and peer work. The variables of motivation, supervision, work culture and compensation hadn’t influenced in significantly positive. Recommendation that had been given to increase a knowledge, C Midwive should be participated in the functional education and training at periodicaly. To increase a motivation, reward and punishment sytem should be implemented by a Chief of Public Health Centre beside on time of renumeration by District Health Office, Regency of Nabire. To support a C Midwive’s performance, District Health Office and Chief of Public Health Centre supervised at periodicaly and to build a Village Polyclinic infrastructure.
Kata Kunci : Layanan Kesehatan,Kinerja Bidan C,Sekolah Perawat