Laporkan Masalah

Efektivitas tumbuhan paku dan Eugenol dengan Fusarium Avirulen dan trichoderma Harzianum dalam pengendalian penyakit busuk batang vanili di lapangan

SULISTYANI, Arie, Prof.Dr.Ir. Bambang Hadisutrisno, DAA

2004 | Tesis | S2 Fitopatologi

Salah satu penyebab utama kemunduran produksi vanili di Indonesia adalah penyakit busuk batang vanili yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp. vanillae. Beberapa usaha pengendalian telah banyak dilakukan tetapi belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Penelitian yang dilakukan di rumah kasa dengan beberapa komponen pengendalian seperti tumbuhan paku, eugenol, avfusa (Fusarium avirulen) dengan vanili asal biji yang telah diperlakukan dengan Trichoderma harzianum mampu menekan penyakit busuk batang vanili. Penelitian tersebut perlu dilanjutkan di tingkat lapangan untuk melihat efektifitasnya pada lahan yang endemik. Penelitian lanjutan yang dilakukan ini membandingkan antara tumbuhan paku (Pteris vittata), eugenol maupun kombinasi keduanya dalam pengendalian penyakit busuk batang vanili pada vanili asal biji yang telah diperlakukan dengan Fusarium avirulen dan T. harzianum di lahan yang cukup endemik. Penelitian dilakukan di sentra vanili Desa Somongari, Purworejo, Jawa Tengah selama 9 bulan dari bulan Agustus 2003 sampai April 2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi antara tumbuhan paku dan eugenol (TP+E) dan penggunaan eugenol secara tunggal (E) efektif menekan penyakit busuk batang vanili disusul dengan perlakuan tumbuhan paku secara tunggal (TP). Intensitas penyakit (IP) pada penerapan eugenol secara tunggal dan yang dikombinasikan dengan tumbuhan paku sebesar 0%. Intensitas tertinggi pada kontrol (hanya perlakuan T. harzianum dan Fusarium avirulen saja) sebesar 20,8% dengan laju infeksi (r) 0,02 unit/mg sedangkan pada kelompok perlakuan tumbuhan paku IP sebesar 3,8% dan laju infeksi 0,01 unit/mg. Perlakuan kombinasi tumbuhan paku dan eugenol (TP+E) paling baik dalam meningkatkan panjang tunas dan jumlah ruas. Kemudian disusul penggunaan eugenol (E), kontrol (K) dan tumbuhan paku (TP) justru paling rendah,. namun semua perlakuan di atas secara statistik tidak berbeda nyata.

Decreasing vanilla production in Indonesia mainly caused by vanilla foot rot disease (Fusarium oxysporum f.sp. vanillae). Some methods for controling this disease have long been done, however there is no reliable result. Previous research had done at green house showed those : pteridophyta (ferns), eugenol, avirulent Fusarium combinated with Trichoderma harzianum could suppressed stem rot disease on vanilla plant produced from seeds. Field experiment is needed to study their effectiveness in the endemic land. The advanced research compared between pteridophyta (Pteris vittata), eugenol and both combination to control stem rot disease on vanilla plant produced from seeds with induced using avirulent Fusarium and T. harzianum on the endemic land. The research was conducted at Somongari village, Purworejo, Central Java from August 2003 until April 2004. The results showed that combination between pteridophyta and eugenol and using single treatment eugenol could effectively surpressed stem rot disease. The disease intensity was 0% both on single treatment eugenol and combination of eugenol and pteridophyta. On control (treatment by induced avirulen Fusarium and T. harzianum) disease intensity was 20.8% with the infection rate (r) of 0.02 unit/week. On single treatment with pteridophyta, disease intensity was 3.8 % with the infection rate of 0.01 unit/week. Combination treatment between pteridophyta and eugenol indicated the highest increasing of vanilla shoots and amount of vanilla internodes. Following by eugenol, control, and pteridophyta, eventhough no significantly differences was paid.

Kata Kunci : Penyakit Busuk Batang Vanili,Pengendalian Hayati,Tanaman Paku dan Eugenol, Eugenol, avirulent Fusarium, Pteris vittata, dan Trichoderma harzianum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.