Laporkan Masalah

Analisis Kesiapan Penerapan IFRS Sustainability Disclosure Standards Bagi Emiten di Indonesia

Martina Nagasia, Marwan Asri, Prof., M.B.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan Emiten di Indonesia dalam menerapkan IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 dan IFRS S2) yang mulai berlaku efektif untuk periode pelaporan tahun buku 2024. Studi ini menggunakan pendekatan multiphase mixed methods, yaitu kombinasi metode kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan dalam beberapa tahap berurutan. Pendekatan kuantitatif diawali dengan analisis konten terhadap 185 laporan keberlanjutan Emiten tahun 2022–2023 yang dievaluasi berdasarkan keterpenuhan 108 item pengungkapan dari SEOJK 16/2021 yang diselaraskan dengan pilar IFRS S1 dan S2. Selanjutnya, dilakukan regresi logistik biner untuk menguji pengaruh skor pengungkapan dan jumlah aset terhadap kesiapan penerapan standar. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui survey untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi Emiten dalam mengadopsi standar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sekitar 3,24% Emiten yang dinilai telah siap menerapkan IFRS S1 dan S2 dari total sampel penelitian, berdasarkan indikator adopsi prinsip TCFD. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa skor pengungkapan keberlanjutan dan jumlah aset perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan penerapan. Sementara itu, tantangan utama yang dihadapi perusahaan meliputi kesulitan pengumpulan data lintas unit, keterbatasan waktu pelaporan, serta minimnya pemahaman teknis terhadap standar internasional. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dan akademik dalam memberikan gambaran kesiapan pasar modal Indonesia menghadapi penguatan regulasi keberlanjutan global. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan masukan penting bagi regulator dan pemangku kepentingan dalam proses transisi menuju pelaporan keberlanjutan yang terstandarisasi.

This study aims to analyze the readiness of Indonesian Issuers in implementing the IFRS Sustainability Disclosure Standards (IFRS S1 and IFRS S2), which will become effective for reporting periods beginning in the 2024 fiscal year. The study employs a multiphase-mixed methods approach, combining quantitative and qualitative methods conducted in sequential stages. The quantitative phase begins with a content analysis of 185 sustainability reports from 2022–2023, assessed based on the fulfillment of 108 disclosure items outlined in SEOJK 16/2021, which are aligned with the pillars of IFRS S1 and S2. A binary logistic regression analysis is then conducted to test the effect of disclosure scores and total assets on readiness for adoption. The qualitative phase is conducted through a survey to identify the challenges faced by listed companies in adopting these standards. The findings show that only around 3,24% of
companies are considered ready to implement IFRS S1 and S2, based on their adoption of the TCFD principles. The regression analysis indicates that both the quality of sustainability disclosures and company asset size have a positive and statistically significant influence on readiness. Key challenges include difficulties in cross-departmental data collection, tight reporting timelines, and limited technical understanding of international standards. This study offers both practical and academic contributions by providing a comprehensive overview of the readiness of Indonesia’s capital market in facing the convergence of global sustainability regulations. Furthermore, the findings provide important input for regulators and stakeholders in supporting the transition toward standardized sustainability reporting.

Kata Kunci : IFRS S1, IFRS S2, Readiness, Sustainability Reporting, TCFD, Logistic Regression.

  1. S2-2025-525987-abstract.pdf  
  2. S2-2025-525987-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-525987-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-525987-title.pdf