Laporkan Masalah

THE JAKARTA POST’S COVERAGE OF INDONESIAN PRESIDENTIAL CANDIDATE: A CORPUS-BASED CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS

Shafira Rahmasari, Dr. Aris Munandar, M. Hum.

2025 | Tesis | S2 Linguistik

Pada pemilihan umum (pemilu) 2024 di Indonesia, media berperan tidak hanya menyampaikan berita terkait perkembangan pemilu, tetapi juga menjadi wadah yang dapat membantu para kandidat mendulang suara. Diketahui bahwa kata-kata yang disulam atau penggunaan bahasa secara umum berkontribusi untuk membingkai masalah politik untuk mencapai tujuan komunikasi yang tidak dinyatakan secara tersurat. Pada akhirnya, hal tersebut dapat membentuk wacana dan persepsi publik. Penggunaan bahasa dalam wacana media menentukan subjek dan peristiwa direpresentasikan, penelitian ini berupaya untuk melihat lema kandidat digunakan oleh The Jakarta Post untuk menggambarkan kandidat presiden di media tersebut. Penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis, yang dikemukakan oleh Fairclough (1995), berbasis korpus dengan menggambil 408 artikel berita yang berisi 214.019 kata yang dipublikasikan dalam rentang Oktober 2023–April 2024. Sketch Engine digunakan sebagai alat korpus serta memanfaatkan fitur Word Sketch dan Kondordansi untuk mendapatkan data dan melihat data tersebut digunakan pada konteks tertentu. Hasil kolokasi memperlihatkan bahwa lema kandidat membentuk frasa nomina dengan adjektiva deskriptif dan nomina yang berfungsi sebagai atribut serta ditemukan pula lema kandidat menjadi atribut nomina lain. Struktur seperti ini berfungsi untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan melabeli kata kandidat serta mengklasifikasikan, menentukan, dan menujukkan tujuan dari unsur inti. Hasil analisis menggunakan keranga teori transitivitas yang dikemukakan oleh Halliday (2004) menunjukkan bahwa verba yang berkolokasi dengan lema kandidat banyak menggunakan proses material, verbal, dan relasional. Proses material dan verbal dipakai untuk membangun opini publik dengan mendeskripsikan perilaku para partisipan juga memberikan partisapan ruang untuk berbicara. Di sisi lain, proses relasional berfungsi untuk menunjukkan latar belakang peristiwa yang dipaparkan. Hasil interpretasi pola-pola tersebut menunjukkan bahwa terdapat tiga ideologi yang ingin disampaikan oleh The Jakarta Post yaitu pemilihan presiden yang kompetitif, sikap politik dan ideologi para kandidat, dan calon wakil presiden yang berupatasi buruk. Terminologi yang digunakan secara konsisten menunjukkan bahwa media memiliki ideologi tersebut yang berkontribusi dalam membentuk persepsi public terhadap para kandidat. Hal ini berpotensis untuk memengaruhi keputusan saat pemilihan berlangsung serta menekankan bahwa media memiliki kekuatan untuk memengaruhi masyarakat dan membentuk opini publik. Tidak hanya itu, bahasa yang digunakan secara halus mendorong pembaca untuk secara kritis mengevaluasi para kandidat.

In the context of Indonesia’s 2024 election, the media not only report electoral developments, but also a medium which helps candidates present themselves, potentially influencing the votes. It is believed that how the words are crafted or the use of language in general contributes to framing political issues to serve communication goals that are not explicitly stated. As a result, it shapes public discourse and perception. As the way language is used in media discourse determines how the subject and events are represented, this study attempted to investigate how the lemma candidate is used in the media to capture the representation of the presidential candidate in The Jakarta Post. This study applied corpus-based Critical Discourse Analysis, following Fairclough’s three-dimensional model (Fairclough, 1995). 408 articles were collected, containing 214,019 words, published from October 2023 to April 2024. Sketch Engine was utilised as the corpus tool, where Word Sketch and Concordance features were used to collect the data and to see how the data is used in the context. The collocation dataset exposes that the lemma candidate is modified by descriptive adjectives and nouns, as well as the lemma candidate modifies nouns. These structural patterns construct a noun phrase functioning to identify, describe, and label the candidate and to classify, specify, and indicate the purpose of the headword, while the candidate plays the modifier. Employing Halliday’s transitivity analysis (2004), the analysis of the verbs that collocate with the lemma candidate reveals that the media focuses on material, verbal, and relational processes. It shows that the material and verbal processes are employed to build public opinion by describing what the participant did, and to give the participants a chance to present themselves. Meanwhile, the relational process is used to present the background story of the event covered in the discourse. Interpreting these patterns used in the discourse, the media attempts to convey three underlying ideologies: the competitive Indonesian presidential election, the presidential candidate’s political and ideological stances, and the disreputable vice-presidential candidate. The terminologies that consistently collocate show that the media maintain their ideology, which contributes to shaping public perception towards the candidate, potentially influencing electoral decisions. This highlights the media’s power to influence society and shape public opinion. Simultaneously, the language used subtly encourages readers to critically reflect on and evaluate the candidates.

Kata Kunci : Corpus-based Critical Discourse Analysis, Transitivity, Coverage, Presidential Candidate, The Jakarta Post

  1. S2-2025-513406-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513406-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513406-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513406-title.pdf