Hubungan kepadatan isolat dermatofita Masjid dengan frekuensi tinea pedis Jamaah Sholat di Masjid di DIY
SUKIRMAN, dr. Y. Widodo Wirohadidjojo, SpKK
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikPada penelitian yang telah dilakukan pada komunitas Muslim di Durban, Afrika Selatan, didapatkan hasil prevalensi tinea pedis pada populasi Muslim dewasa yang sholat berjemaah di masjid lebih tinggi dibandingkan pada populasi nonMuslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko terkena tinea pedis jemaah sholat di Pondok Pesantren dan di pemukiman Kodya DIY. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan penelitian potong lintang, sejumlah 180 jemaah laki-laki dewasa yang secara teratur sholat di masjid di Pondok Pesantren Kodya DIY dipilih secara random, dilakukan pemeriksaan klinis untuk mengetahui adanya tinea pedis. Kerokan kulit dari ujud kelainan kulit yang dicurigai tinea pedis atau kulit sela jari kaki IV dan V diperiksa secara mikroskopis dengan KOH 10 - 30% dan dilakukan kultur untuk mengetahui pertumbuhan jamur. Kelompok pemukiman terdiri dari 180 laki-laki dewasa Muslim yang tinggal di pemukiman penduduk di Kodya DIY, melakukan sholat berjemaah di masjid, disetarakan terhadap umur dan jenis kelamin, dilakukan perlakuan yang sama. Disamping itu juga dilakukan kerokan atau usapan terhadap lantai masjid yang sering dilalui atau digunakan oleh jamaah sholat, dan dilakukan kultur. Dihitung rasio prevalens dengan tingkat kepercayaan 95% untuk membuktikan variabel yang diteliti sebagai faktor resiko Penelitian ini mengamati tentang masalah yang ada di masyarakat, hasilnya diharapkan dapat membantu dalam menurunkan prevalensi tinea pedis, memberikan saran terhadap pemberantasan tinea pedis di masjid dan juga pada lingkungan lain yang sama.
In study performed in the Muslim community of Durban, South Africa, it was found that the prevalence of tinea pedis in the adult Muslim male population attending mosques was higher than in the non Muslim male population. The aims of the present study were to know risk of exposed tinea pedis among male worshippers in the mosques of Kodya DIY A cross-sectional study is conducted among 180 regular worshippers comprising adult Muslim males, chosen at random from several Muslim boarding school in the Kodya DIY, were examined for clinical evidence of tinea pedis. Skin scrapings were taken from clinically individuals suspected or toe web IV – V and submitted for microscopy with 10 – 30% KOH solution and cultur for fungal organisms. A settlement group, comprising 180 adult Muslim male and matched for age and gender, was similarly examined. In addition, scrapings and swabs from high traffic areas of the mosque floors were cultured for dermatophytes. Prevalence risk (PR) was calculated with 95% confidence intervals for differences in the proportion of tinea pedis between the two groups. This study highlights a problem in the community, and attempts to provide some solutions which should help to reduce the prevalence of fungal infection. The strategies recommended to eradicate fungal organisms from mosques will undoubtedly find application in other communal environments.
Kata Kunci : Kulit dan Kelamin,Tinea Pedis,Jamaah Masjid, tinea pedis, mosques floors, worshippers, prevalence ratio