Struktur industri dan kebijakan pengembangan industri pedesaan
Heru Suparna, Drs. Soekadri, M.S.; Drs. Agus Sutanto, M.Sc.
1996 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini berjudul "STRUKTUR INDUSTRI DAN KEBI- JAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI PEDESAAN Kasus Industri Kerajinan Gerabah Di Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Dati II Bantul". Judul tersebut penulis pilih dengan alasan industri gerabah di Bangunjiwo mempunyai peran yang cukup besar dalam meningkatkan pendapatan penduduk. Penduduk Desa Bangunjiwo sepertiganya mempunyai mata pencaharian pokok sebagai pengusaha industri kecil dan seperlima di antaranya sebagai pengusaha gerabah. Jumlah tersebut hampir sama dengan penduduk yang mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan struktur industri antara dua dusun dengan fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang berbeda, untuk mengetahui pengaruh struktur industri dan karakteristik sosial ekonomi pengusaha gerabah terhadap tingkat produksi dan untuk mengetahui pengaruh pelayanan industri kecil yang diterima pengusaha terhadap bangan produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Penentuan dusun sampel dilakukan secara purposif dan dipilih Dusun Kasongan yang mewakili dusun dengan fasilitas pelayanan sosial ekonomi baik serta Dusun Kalipucang yang mewakili dusun dengan fasilitas pelayanan sosial ekonomi kurang baik. Pada saat diadakan penelitian jumlah pengusaha gerabah ada 220 orang. Jumlah sampel di- tentukan ada 90 orang responden masing-masing 45 orang responden dari Dusun Kasongan dan 45 orang responden Dusun Kalipucang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel frekuensi, tabel silang dan uji statistik kai-kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dusun Kasongan mempunyai struktur industri yang lebih baik daripada Dusun Kalipucang karena letaknya lebih strategis, dekat jalan raya dan tiga per empat produknya berupa barang seni yang lebih laku dan mempunyai harga yang lebih mahal daripada gerabah tradisional. Hasil lainnya yaitu tingkat produksi gerabah dipengaruhi oleh tingkat kemudahan dalam mendapat- kan bahan baku serta jangkauan pemasaran tetapi tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pengusaha serta luas penguasaan lahan pengusaha. Modal dan sarana transportasi turut menentukan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku. Pengusaha yang jangkauan pemasarannya luas sudah memperhatikan desain dan kualitas produk sehingga permintaan produk semakin meningkat. Selain itu tingkat pelayanan industri kecil yang diterima oleh pengusaha ternyata berpengaruh terhadap perkembangan produksi gerabah sebab dapat meningkatkan modal, bahan baku dan kualitas produk.
-
Kata Kunci : Industri pedesaan,Kerajinan gerabah,Bangunjiwo,Kasihan,Bantul,DIY