Operasi Grey Zone sebagai Strategi Keamanan Nasional Cina terhadap Taiwan di Era Xi Jinping: Perspektif Konstruktivisme
Yodana Nisadina, Dr. Randy Wirasta N, S.I.P., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional
Tesis ini bertujuan untuk menganalisis alasan-alasan Cina menggunakan strategi Zona Abu-Abu alih-alih menginvasi Taiwan di masa Xi Jinping. Implementasi strategi Zona Abu-Abu Cina terhadap Taiwan menunjukkan tingkat asertivitas yang lebih terkendali dibandingkan dengan konflik yang terjadi di wilayah-wilayah lain seperti di Laut Cina Selatan. Tindakan Cina cenderung mengarah ke tindakan koersif atau kekerasan. Penelitian ini menggunakan perspektif konstruktivisme yang berfokus pada pengaruh-pengaruh ideasional, yaitu identitas dan norma. Penerapan strategi Zona Abu-Abu oleh Cina terhadap Taiwan dipengaruhi oleh adanya gagasan identitas bersama. Cina menganggap Taiwan merupakan bagian dari Cina yang sama-sama memiliki identitas sebagai Han Tionghoa berdasarkan sejarah, budaya, dan keturunan. Bagi pemerintah Cina, bangsa Cina tidak akan melawan bangsa Cina. Tindakan Cina ini dipengaruhi juga oleh proses sosialisasi antara keduanya. Selain itu, norma konfusianisme berperan dalam mempengaruhi di mana menekankan pentingnya hubungan keluarga, klan, atau identitas untuk menjaga keharmonisan dan stabilitas sosial.
This thesis aims to analyze the reasons why China uses the Grey Zone strategy instead of invading Taiwan during Xi Jinping's era. China's implementation of the Grey Zone strategy towards Taiwan shows a more controlled level of assertiveness compared to conflicts that occur in other regions such as the South China Sea. China's actions tend to be coercive or violent. This study uses a constructivist perspective that focuses on ideational influences, namely identity and norms. China's implementation of the Grey Zone strategy towards Taiwan is influenced by the idea of shared identity. China considers Taiwan to be part of China that both have the same identity as Han Chinese based on history, culture, and descent. For the Chinese government, the Chinese nation will not fight the Chinese nation. China's actions are also influenced by the socialization process between the two. In addition, Confucian norms play a role in influencing where they emphasize the importance of family, clan, or identity relationships to maintain social harmony and stability.
Kata Kunci : Cina, Strategi Grey Zone, Xi Jinping, Asertivitas, Taiwan, Konstruktivisme, Identitas, Norma