Laporkan Masalah

Pengaruh pemberian formula bahan makanan campuran terhadap asupan makanan, lama dan frekwensi diare pada anak umur 6-30 bulan

SURYANI, Isti, dr. M. Jufrie, Ph.D.,Sp.A(K)

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Angka kesakitan dan angka kematian bayi dan balita sangat tinggi. Diare terjadi pada bayi dan balita selama masih menyusui akan tetapi sudah mulai diberi makanan tambahan. Di beberapa negara berkembang penderita diare ini memerlukan bahan makanan campuran yang tepat guna. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian formula BMC terhadap asupan makanan, lama diare dan frekuensi diare serta daya terima pada anak umur 6-30 bulan di RS. Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan control trial. Subyek penelitian adalah penderita diare yang dirawat di Instalasi Anak. Cara penentuan subyek menggunakan randomisasi blok. Untuk menguji perbedaan karakteristik digunakan uji Fisher’s Exact, daya terima diuji dengan Tukey HSD sedangkan hipotesis penelitian diuji dengan Kruskal Wallis. Hasil. Asupan energi Bahan Makanan Campuran (BMC) tidak ada perbedaan dengan asupan Bubur Tempe (BBT). Asupan Protein BMC ada perbedaan dengan asupanBBT. Asupan energi dan Protein BMC ada perbedaan dengan asupan energi dan protein Bubur Nasi (BBN). Asupan energi tertinggi pada BBT, kemudian BMC dan terakhir BBN. Asupan protein tertinggi pada BMC, kemudian BBT dan terendah BBN. Secara statistik rata-rata lama diare BMC tidak ada perbedaan dengan BBT. Untuk frekuensi diare menunjukkan ada perbedaan antara BMC dan BBT. Rata-rata lama diare dan frekuensi diare BMC tidak ada perbedaan dengan BBN. Secara klinis rata-rata lama diare terendah pada pemberian formula BMC yaitu 4,88 hari, kemudian formula BBN 4,96 hari dan tertinggi pada formula BBT 5,88 hari. Frekuensi diare terendah pada pemberian formula BMC yaitu 14,50 kali/hari, kemudian formula BBN 18,88 kali/hari dan terbanyak pada formula BBT 24,92 kali/hari. Daya terima (Kesukaan) formula yang meliputi warna menunjukkan ada perbedaan antar perlakuan. Daya terima terhadap bau tidak ada perbedaan. Daya terima terhadap rasa menunjukkan ada perbedaan. Kesimpulan. Asupan energi BMC tidak lebih baik dibandingkan dengan BBT. Asupan protein BMC lebih baik dibandingkan dengan BBT. Asupan energi dan protein BMC lebih baik dibandingkan dengan BBN. Rata-rata lama diare BMC lebih pendek dibandingkan dengan BBT dan BBN. Frekuensi diare BMC lebih sedikit dibandingkan dengan BBT dan BBN. Daya terima (kesukaan) terhadap ketiga formula yang meliputi warna menunjukkan ada perbedaan, daya terima terhadap bau tidak ada perbedaan dan daya terima terhadap rasa menunjukkan ada perbedaan.

Background: Morbidity and Mortality Rate of infant and children under five were very high. Diarrhea happened to infant and children under five on breastfeed perion but start to be given food complementary feeding. In some developing countries those suffering from diarrhea need an exact blended food. Objective: This research aim to know influence of blended food formula to food intake, duration and frequency of diarrhea and acceptibility of 6-3- months children on RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Study Design: Experimental Research with Control Trial. As subjects are children suffering from diarrhea on child unit, using block randomisasi. To test differencial characteristic using Fisher’s Exact, acceptibility using Tukey HSD and research hypotesis using Kruskal Wallis. Result: There is indiferrent between intake energy of blended food and tempe poridge but intake energy of blended food has a difference with poridge. Intake protein of blended food has a difference with tempe poridge and poridge. The highest intake energy is tempe poridge then blended food and the lowest poridge. Blended food has the highest on intake protein, then tempe poridge and the lowest poridge. Statistically, diarrhea duration rate of blended food indifference with tempe poridge and poridge. Diarrhea frequency of blended food has a difference with tempe porridge and diarrhea frequency of blended food has indifferrent with poridge. But clinically, diarrhea duration rate lowest on blended food formula treatment 4,88 days, then poridge 4,96 days & highest on tempe poridge 5,88 days. Lowest diarrhea frequency on blended food 14,50 times/days, then poridge 18,88 times/days and the highest frequency on tempe poridge 24,92 times/days. Formula acceptibility to flavor does not have difference. Acceptability to taste shows a difference. Conclusion: intake energy of blended food not better than tempe poridge. Intake protein of blended food better than tempe poridge. Intake energy and protein of blended food better than poridge. Clinically diarrhea duration rate and frequency show the lowest on blended food then poridge or tempe poridge. Acceptibility to three of the formula which contains colours shows a difference, no difference for flavor & taste shows a difference.

Kata Kunci : Gizi Anak,Formula Makanan Tambahan,Diare


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.