Variasi Spasial Pembentuk Karakteristik Kemiskinan Di Kabupaten Kotawaringin Timur
Evan, Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP, Ph.D
2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah
Kemiskinan masih menjadi tantangan yang belum terselesaikan hingga saat ini, sementara upaya penanggulangannya sering kali mengabaikan dimensi spasial. Hal ini tercermin dari kebijakan pengentasan kemiskinan yang cenderung diterapkan secara seragam, tanpa mempertimbangkan perbedaan kondisi geografis dan sosial antarwilayah. Hingga saat ini, belum banyak dilakukan penelitian komprehensif mengenai karakteristik spasial kemiskinan di Kabupaten Kotawaringin Timur yang dapat mendukung perumusan strategi penanggulangan kemiskinan secara lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi klaster kemiskinan serta menganalisis dominasi penggunaan lahan pada masing-masing klaster. Melalui analisis klaster pada tingkat individu yang kemudian diagregasi secara spasial hingga ke level desa dan kecamatan, penelitian ini mengungkap adanya tiga klaster kemiskinan dengan karakteristik yang berbeda. Klaster pertama menunjukkan karakteristik kemiskinan dengan keterbatasan kepemilikan aset dan didominasi oleh penggunaan lahan berupa hutan lebat yang mencirikan daerah terpencil (remote area). Klaster kedua ditandai oleh keterbatasan akses terhadap fasilitas dasar dan sanitasi, serta didominasi oleh penggunaan lahan perkebunan yang mencirikan daerah pinggiran kota (sub-urban area) dan daerah kumuh perkotaan (urban slum). Sementara itu, klaster ketiga menunjukkan karakteristik kemiskinan dengan rasio ketergantungan tinggi, yang juga didominasi oleh penggunaan lahan perkebunan yang mencirikan daerah pedesaan (rural area).
Poverty remains an unresolved challenge to this day, while efforts to address it often overlook the spatial dimension. This is evident in poverty alleviation policies that tend to be applied uniformly, without taking into account the geographical and social differences across regions. To date, there has been a lack of comprehensive research on the spatial characteristics of poverty in East Kotawaringin Regency, which could inform the development of more effective and targeted poverty reduction strategies. This study aims to identify poverty clusters and analyze land use dominance within each cluster. By conducting individual-level cluster analysis, which is then spatially aggregated to the village and sub-district levels, this research reveals three distinct poverty clusters. The first cluster is characterized by limited asset ownership and is dominated by dense forest land use, indicating remote areas. The second cluster is marked by limited access to basic facilities and sanitation, and is predominantly comprised of plantation areas, reflecting suburban regions and urban slums. Meanwhile, the third cluster is characterized by a high dependency ratio and also dominated by plantation land use, typical of rural areas.
Kata Kunci : analisis klaster, jebakan spasial kemiskinan, kemiskinan, pengembangan penggunaan lahan, strategi kebijakan spasial, cluster analysis, spatial poverty traps, poverty, land use development, spatial policy strategies