Laporkan Masalah

Inkonsistensi Penerjemahan Onomatope Bahasa Prancis pada Komik Les Aventures de Tintin Karya Hergé ke dalam Bahasa Indonesia

Arviani Fayzaila Ramadhanti, Dr. Hayatul Cholsy, M.Hum.

2025 | Skripsi | SASTRA PERANCIS

Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk terjemahan onomatope yang tidak konsisten dalam komik Les Aventures de Tintin karya Hergé saat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Donna Widjajanto pada komik Petualangan Tintin. Melalui penelitian ini, dijabarkan bentuk-bentuk inkonsistensi penerjemahan onomatope beserta pola-pola penyebab dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Data yang diperoleh dari lima series komik dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inkonsistensi penerjemahan onomatope dipandang sebagai suatu fenomena linguistik dampak dari ketiadaan dokumentasi resmi yang terstruktur seperti entri dalam kamus atau korpus khusus onomatope dalam bahasa Indonesia. Pada akhirnya, hal tersebut memengaruhi keputusan penerjemah dalam memilih teknik penerjemahan yang digunakan, yakni didominasi oleh teknik adaptasi (57,1%) lalu diikuti oleh teknik padanan lazim (28,6%) dan peminjaman yang dinaturalisasi (14,3%) milik Molina dan Albir (2002). Kemunculan bentuk onomatope pada setiap bahasa juga tidak selamanya bersifat mutlak, melainkan dibatasi oleh sistem bahasa yang berlaku dan subjektivitas penerjemah seperti kemampuan berbahasa dan kreativitasnya dalam menentukan bentuk terjemahan yang sesuai.

This study examines the inconsistent forms of onomatopoeia translation in Hergé’s Les Aventures de Tintin comics when translated into Indonesian by Donna Widjajanto in the Petualangan Tintin comics. Through this research, the forms of onomatopoeic translation inconsistency along with the patterns of causes and factors that influence them are described. The data obtained from five comic series were analyzed using a comparative descriptive method with qualitative approach. The results of this study show that onomatopoeia translation inconsistency is seen as a linguistic phenomenon resulting from the absence of structured official documentation such as entries in a dictionary or a specialized corpus of onomatopoeias in Indonesian. In the end, it affects the translator’s decision in choosing the translation technique used, which is dominated by the adaptation technique (57,1%) followed by the established equivalent (28,6%) and naturalized borrowing (14,3%) techniques of Molina and Albir (2002). The occurrence of onomatopoeic forms in each language is also not always absolute, but is limited by the applicable language system and the subjectivity of the translator such as language skills and creativity in determining the appropriate form of translation.

Kata Kunci : inkonsistensi, penerjemahan, onomatope, komik Tintin, teknik penerjemahan

  1. S1-2025-473758-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473758-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473758-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473758-title.pdf