Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Psikologis Perawat dalam Menghadapi Bencana Alam di Kabupaten Sleman
Aziz Hidayatulloh, Sri Warsini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D.; Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang: Perawat
Puskesmas sebagai first responder diharapkan memiliki
kesiapsiagaan yang baik secara umum ataupun psikologis dalam menghadapi
bencana. Namun, kajian mengenai determinan kesiapsiagaan psikologis perawat masih
terbatas. Kesenjangan ini perlu dilakukan evaluasi sehingga kesiapsiagaan
psikologis yang baik dapat meningkatkan kualitas kesehatan mental perawat
puskesmas.
Tujuan: Mengidentifikasi
faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan psikologis perawat
Puskesmas dalam menghadapi bencana alam di Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian
ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan
data dilakukan pada 22
Februari 2024 sampai 28 Maret 2024 dengan sampel
penelitian terdiri dari 188 perawat yang bekerja di Puskesmas Kabupaten Sleman.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner demografi, General Self-Efficacy
Scale (GSES), Self Esteem Scale (SES),
Life Orientation Test-Revised (LOT-R) dan Psychological Preparadness Disaster Threat
Scale (PPDTS). Analisis multivariat menggunakan uji regresi liner berganda.
Hasil: Hasil penelitian
ini menunjukkan jenis kelamin perawat Puskesmas mayoritas perempuan (84%),
Tingkat pendidikan Diploma 3 Keperawatan (91%), pernah mengikuti pelatihan
kebencanaan (57,4%), pernah bertugas dalam bencana (67,6%). Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa faktor
yang berhubungan dengan kesiapsiagaan
psikologis dalam menghadapi bencana alam yaitu efikasi diri (p=0,000),
tingkat pendidikan (p=0,001) dan pengalaman bertugas dalam bencana (p=0,006)
denagn nilai Adjusted R2 sebesar 0,169. Faktor yang paling dominan memengaruhi
kesiapsiagaan psikologis perawat Puskesmas dalam menghadapi bencana alam yaitu
tingkat pendididikan dengan nilai koefisien regresi sebesar
6,159.
Kesimpulan: Hasil ini
menjadi bahan pertimbangan instansi untuk meningkatkan kesiapsiagaan yang
berfokus pada peningkatan jenjang pendidikan, penguatan mental dan pengalaman
lapangan dalam menangani bencana.
Background: Primary
Health Center (PHC) nurses as first responders are expected to have good
preparedness generally as well as psychologically. However, studies on the
determinants of nurses' psychological preparedness are still limited. This gap
needs to be evaluated so that good psychological preparedness can improve the
quality of PHC nurses mental health.
Objective: To identify factors associated the psychological preparedness of PHC nurses in dealing with natural
disasters in Sleman Regency.
Method: This study employed a quantitative design with a cross-sectional
approach. The study sample of 188 nurses working at the PHCs in Sleman Regency. Data were collected using demographic
questionnaires, General Self-Efficacy Scale (GSES), Self Esteem Scale (SES),
Life Orientation Test-Revised (LOT-R) and Psychological Preparedness Disaster
Threat Scale (PPDTS).
Results: The results of this study showed that the gender of Puskesmas nurses
was mostly female (84%), Diploma 3 Nursing education level (91%), had attended
disaster training (57.4%), had served in disasters (67.6). The results of multivariate tests show that
factors related to psychological preparedness in dealing with natural disasters
are self-efficacy (p=0.000), education level (p=0.001), and experience of serving
in disasters (p=0.006) with an Adjusted R2 value of 0.169. The most
dominant factor influencing the psychological preparedness of PHC nurses in dealing with natural
disasters is the level of education with a regresion coefficient value of
6.159.
Conclusion: These results can be related parties to improve preparedness that
focuses on increasing the level of education, mental strengthening, and field
experience in handling disasters.
Kata Kunci : Kesiapsiagaan Psikologis, Perawat Puskesmas, Bencana Alam