Laporkan Masalah

Partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pengembangan ekowisata di Bali : kasus desa Tenganan dan desa Kemenuh

I Nyoman Sukma Arida, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. M. Baiquni, M.A.

2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini berjudul 'Partisipasi Masyarakat dalam Proses Perencanaan Pengembangan Ekowisata di Bali'. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses munculnya ekowisata di Bali dan proses yang terjadi pada level desa ketika gagasan ekowisata berkembang di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan bersifat penelitian eksploratif dan deskriptif, sedangkan metode pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu: studi literatur, wawancara secara mendalam (indepth interview), dan observasi terlibat (participan observation). Pada skala makro, hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala ekowisata yang berkembang di Bali terpengaruh oleh kecenderungan-kecenderungan yang terjadi pada skala regional dan internasional. Kecenderungan tersebut berupa tumbuhnya kesadaran tentang penghargaan terhadap kelestarian lingkungan. Dalam bidang pariwisata kesadaran tersebut terwujud ke dalam pola sikap dan pola perilaku wisatawan untuk lebih memilih bentuk-bentuk perjalanan wisata ke daerah-daerah yang masih alami. Perjalanan seperti itulah yang kemudian lazim dikenal dengan ekowisata. Kesadaran dan gagasan ekowisata tumbuh di Bali, kondisi kepariwisataan sedang mengalami titik jenuh pertumbuhannya. Pesatnya perkembangan pariwisata diikuti pula oleh peminggiran-peminggiran kepentingan masyarakat lokal. Fokus kajian kemudian diarahkan untuk melihat secara lebih dekat perkembangan ekowista di tingkat desa, yaitu Desa Kemenuh dan Tenganan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan respon dan tingkat partisipasi masyarakat di kedua desa tersebut. SUA Bali, perintis dan pengelola ekowisata di Kemenuh menghadapi beberapa persoalan dalam menjalankan program-programnya. Persoalan tersebut terkait dengan kurang terjalinnya komunikasi antara SUA Bali dengan masyarakat Desa Kemenuh. Hal ini berbeda dengan perkembangan ekowisata di Desa Tenganan. Masyarakat Tengan yang didampingi oleh Yayasan Wisnu telah mencoba melaksanakan perencanaan ekowisata dengan ekowisata dengan menerapkan prinsisp-prinsip partisipasi. Selain itu perbedaan respon masyarakat di kedua desa penelitian juga disebabkan oleh perbedaan latar belakang kondisi sosial politik masyarakat secara luas ketika program ekowisata tersebut berlangsung.

This research entitles "Society Participation in The Process of ecotourism Development Planning in Bali". The purposes are to discover the ecotourism appearance process and also to observe what happened in the village society level, during the appearance of ecotourism idea. This research uses explorative and descriptive method, while data acquisition is conducted in three ways such as literature study, in-depth interview, and participant observation. At the macro scale, the result shows that the regional and even international scale trends influence the symptom of ecotourism appearance in Bali. The trends appear as consciousness about the importance of environmental conservation. In term of tourism, such kind of consciousness is could be recognized in the pattern of attitude and action of the tourists. They prefer take vacation to the natural place/region. This kind way of vacation then well recognized as ecotourism. While the consciousness and idea about ecotourism grow in Bali, the development of tourism is now reaching its point of stagnation. Rapid tourism development is also followed by ignorance to the interest of local society. Focus of analysis then driven to observe the development of ecotourism at the village level. The villages observed here are Tenganan and Kemenuh Village. The result shows that there are differences both in society respond and also in society participation rate between the two villages. SUA Bali, the pioneer and also manager of ecotourism in Kemenuh, got some problem in conducting their programs. The problems arise because of less communication between SUA Bali and local society of Kemenuh. It is different compared with the ecotourism development in Tenganan Village. Tenganan societies, accompanied by Wisnu Foundation, have tried to conduct ecotourism planning by applying participation concepts. The differences in society respond between the two observed villages are also caused by another problem. The problem is presence of difference in social and political background of both societies when the implementation of ecotourism programs.

Kata Kunci : Ekowisata,pariwisata,Bali

  1. S1-2000-98009-I_Nyoman_Sukma_Arida-abstract.pdf  
  2. S1-2000-98009-I_Nyoman_Sukma_Arida-bibliography.pdf  
  3. S1-2000-98009-I_Nyoman_Sukma_Arida-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2000-98009-I_Nyoman_Sukma_Arida-title.pdf