Strategi perolehan penghasilan pensiunan pegawai negeri
Ida Mulyaningsih, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra; Drs. Sukamdi, M.Sc.
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian yang berjudul "Strategi Perolehan Penghasi- lan Pensiunan Pegawai Negeri" merupakan studi kasus di Desa Bangunharjo Kecamatan Sewon dan Desa Patalan Kecamatan Jetis Kabupaten Dati II Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Pene- litian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan strategi cara memperoleh penghasilan pada pensiunan pegawai negeri di daerah perkotaan dan perdesaan dan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan strategi perolehan penghasilan di daerah perkotaan dan perdesaan. Daerah penelitian ditentukan secara purposive sampling, sedangkan penentuan daerah perkotaan (urban) dan perdesaan (rural) didasarkan pada peta indeks BPS 1990. Selanjutnya dipilih Desa Bangunharjo Kecamatan Sewon sebagai daerah perkotaan dan Desa Patalan Kecamatan Jetis sebagai daerah perdesaan. Responden ditentukan dengan metode sensus. Jumlah responden secara keseluruhan adalah 151 pensiunan dengan perincian 89 pensiunan di daerah perkotaan dan 62 pensiunan di daerah perdesaan. Analisa data yang digunakan adalah tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan hanya sebagian kecil (2,60%) pensiunan yang menerapkan strategi hidup hanya dari tunjangan pensiun saja. Disamping menerima tunjangan pensiun, 36,5 % pensiunan menerima bantuan dan penerimaan penghasilan tanpa melakukan aktivitas ekonomi dan 60,9% lainnya menerapkan strategi bekerja (melakukan aktivitas ekonomi) pada masa pensiun. Adapun prosentase pensiunan yang melakukan aktivitas ekonomi di daerah perdesaan lebih banyak dibandingkan di daerah perkotaan. Sebagian besar (82,9%) pensiunan di daerah perdesaan bekerja pada sektor pertanian, sedangkan di daerah perkotaan hanya 40% pensiunan saja. Walaupun prosentase pensiunan yang bekerja di daerah perdesaan lebih tinggi tetapi rata-rata jam kerjanya lebih rendah (25,2 jam per minggu). Di daerah perkotaan, prosentase pensiunan yang tetap melakukan aktivitas ekonomi (bekerja) pada masa pensiun menurun seiring bertambahnya umur. Di daerah perdesaan, prosentase pensiunan yang bekerja pada kelompok umur 65 tahun ke atas justru lebih tinggi dibandingkan kelompok umur sebelumnya karena pekerjaan pada sektor pertanian di daerah perdesaan tidak mengenal batasan umur. Pada umumnya pensiunan berpendidikan tinggi (SLTA ke atas) lebih banyak yang tetap melakukan aktivitas ekonomi pada masa pensiun, namun di daerah perdesaan pensiunan berpendidikan rendah (SD/SLTP) justru lebih banyak yang tetap bekerja pada masa pensiun. Adapun faktor ekonomi mampu mendasari keputusan untuk melakukan aktivitas ekonomi (bekerja) baik di daerah perdesaan maupun perkotaan.
-
Kata Kunci : Strategi penghidupan,Pegawai Negeri Sipil,Jetis,Bantul,DIY