Laporkan Masalah

Inventarisasi Keragaman Geologi Di Kawasan Wisata Goa Cerme Dan Air Terjun Penawangan Srunggo Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul

Aditya Sony Kurniawan, Agus Hendratno, S.T., M.T.;Ir. Moch. Indra Novian, S.T., M.Eng.

2025 | Skripsi | TEKNIK GEOLOGI

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman geologi di dua lokasi wisata, yaitu Goa Cerme dan Air Terjun Penawangan Srunggo, yang berdekatan dengan jalur menuju Pantai Parangtritis namun belum ramai pengunjung. Penelitian ini merupakan langkah awal dalam memaksimalkan potensi wisata di kedua lokasi ini, yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat dan meningkatkan daya tarik pariwisata di sekitarnya. Metode penelitian mencakup pengambilan data lapangan geologi dan geomorfologi untuk membuat peta geologi dan geomorfologi, serta pencatatan keragaman geologi di kedua lokasi. Penggunaan buku standar teknis inventarisasi geoheritage dari Pusat Survey Geologi (2017) sebagai pedoman, dengan penilaian kelayakan menggunakan tabel penilaian Kubalikova (2013). Hasil penelitian menunjukkan adanya dua satuan geomorfologi yaitu satuan perbukitan karst dan satuan perbukitan sesar, dan empat satuan batuan di lokasi penelitian yaitu satuan batupasir tufaan, satuan andesit, satuan packstone, dan satuan grainstone. Keragaman geologi pada Air Terjun Penawangan Srunggo mencakup fenomena seperti presipitasi karbonat, air terjun bertangga, dan foreslope. Keragaman geologi pada Goa Cerme mencangkup air tanah karst, stalaktit, stalagmit, column, flowstone, dan gourdam. Berdasarkan hasil analisis peluang keragaman geologi menjadi warisan geologi, Air Terjun Penawangan Srunggo memiliki potensi menjadi warisan geologi berperingkat lokal, sedangkan Goa Cerme berpotensi menjadi warisan geologi berperingkat nasional. Analisis kelayakan geowisata menunjukkan bahwa Air Terjun Penawangan Srunggo memiliki nilai kelayakan sebesar 58%, sementara Goa Cerme memiliki nilai kelayakan sebesar 82%. Penelitian ini memiliki relevansi dalam mengembangkan potensi wisata di kedua daerah ini dan dapat menjadi referensi dalam pengajuan lokasi wisata sebagai warisan geologi kepada pemerintah daerah. Penelitian ini merupakan langkah awal dalam memaksimalkan potensi wisata di kedua lokasi ini, yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat dan meningkatkan daya tarik pariwisata di sekitarnya.

This research aims to identify geological diversity in two tourist locations, namely Goa Cerme and Penawangan Srunggo Waterfall, which are located near the route to Parangtritis Beach but undervisited. This research serves as an initial step in maximizing the tourism potential of these two locations, which can provide economic benefits to the local community and enhance the overall tourism appeal in the vicinity. The research methodology involves field data collection on geological and geomorphological features to create geological and geomorphological maps, as well as recording geological diversity in both locations. The study follows the technical standards for geoheritage inventory outlined in the Pusat Survey Geologi’s handbook (2017), with feasibility assessment using the Kubalikova’s scoring table (2013). The research findings indicate the presence of two geomorphological units, namely karst hills and fault hills, and four rock units in the study area, including tuffaceous sandstone, andesite, packstone, and grainstone, with various minor geological structures. Geological diversity at Penawangan Srunggo Waterfall encompasses phenomena such as carbonate precipitation, tiered waterfalls, and foreslopes. Geological diversity at Goa Cerme includes karst groundwater, stalactites, stalagmites, columns, flowstones, and gourdamn. Based on the analysis of the potential for geological diversity to become geological heritage, Penawangan Srunggo Waterfall has the potential to be designated as a local geological heritage site, while Goa Cerme holds the potential for national geological heritage status. Geowisata feasibility analysis reveals that Penawangan Srunggo Waterfall has a feasibility score of 58%, whereas Goa Cerme scores 82%. This research holds significance in developing the tourism potential of both areas and can serve as a reference for proposing these locations as geological heritage sites to local authorities. It represents an initial step in maximizing the tourism potential of these two locations, which can provide economic benefits to the local community and enhance their appeal as tourist destinations.

Kata Kunci : inventarisasi, geodiversity, geoheritage, geowisata

  1. S1-2025-428744-abstract.pdf  
  2. S1-2025-428744-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-428744-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-428744-title.pdf