Laporkan Masalah

Kajian Konsumsi dan Kesesuaian Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda

Normakiyah, Prof. Dr.apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS ; Dr. apt. Dwi Endarti, M.Sc

2025 | Tesis | Magister Manajemen Farmasi

Penelitian penggunaan antibiotik menjadi penting karena dapat  menunjukkan pola, tren dan kuantitas penggunaan antibiotik, yang dapat memberikan petunjuk  tentang perubahan pola peresepan antibiotik. Kebijakan pemilihan antibiotik yang sesuai merupakan salah satu langkah mengurangi resistensi antibiotik Penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran pola, tren, kuantitas dan kesesuaian penggunaan antibiotik dengan panduan terapi RS pada pasien penyakit pneumonia di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dengan menggunakan metode ATC/ DDD, DU 90%.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif kuantitatif  dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan data pasien penyakit pneumonia rawat inap  secara retrospektif dilakukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda selama periode tahun 2021 dan 2022  dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data meliputi klasifikasi antibiotik berdasarkan ATC, dilanjutkan perhitungan DDD pada penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat inap menggunakan rumus dari WHO, diolah dengan menggunakan microsoft excel, kemudian dihitung DU 90%. Kesesuaian penggunaan antibiotik berdasarkan panduan terapi RS, dilihat dari persentase jenis, dosis, frekuensi dan durasi antibiotik.

Hasil penelitian menunjukkan pola konsumsi antibiotik dengan konsumsi terbanyak periode tahun 2021 dan 2022 yaitu penggunaan antibiotik tunggal yaitu levofloxacin IV. Konsumsi antibiotik pada pasien pneumonia terbanyak adalah levofloxacin dan ceftriaxone. Nilai DDD levofloxacin berturut-turut adalah 58,86 DDD/100 hari rawat inap dan 32,2 DDD/100 hari rawat inap dan ceftriaxone dengan nilai DDD berturut-turut  19,08 DDD/100 hari rawat inap dan 20,74 DDD/100 hari rawat inap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola antibiotik terbanyak adalah antibiotik tunggal yaitu levoflovacin IV levofloxacin IV mengalami penurunan dibandingkan konsumsi antibiotik tersebut pada tahun 2021. Penggunaan ceftriaxon IV pada periode tahun 2022 hampir sama dibandingkan konsumsi periode 2021. Antibiotik yang termasuk dalam segmen DU 90% pada tahun 2021 dan 2022 meliputi levofloxacin, ceftriaxone, azithromycin, moxifloxacin dan meropenem. Kesesuaian antibiotik dengan Formularium RS dan PPK KSM Paru periode tahun 2021 dan 2022 adalah sebanyak 100% kesesuaian untuk tepat antibiotik dan 89% kesesuaian untuk tepat dosis, tepat frekuensi, tepat durasi penggunaan antibiotik

Antibiotic use research is important because it can show patterns, trends and quantity of antibiotic use, which can provide clues about changes in antibiotic prescribing patterns. The policy of selecting appropriate antibiotics is one step to reduce antibiotic resistance. This study aims to provide an overview of the pattern, trend, quantity and suitability of antibiotic use with hospital therapy guidelines in pneumonia patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda using the ATC/DDD method, DU 90%.

This study is a quantitative descriptive observational study with a cross-sectional study design. Data collection of inpatient pneumonia patients was carried out retrospectively at Abdul Wahab Sjahranie Hospital, Samarinda during the period 2021 and 2022 using the total sampling technique. Data analysis includes antibiotic classification based on ATC, followed by DDD calculation on antibiotic use in hospitalized pneumonia patients using the WHO formula, processed using Microsoft Excel, then calculated DU 90%. The suitability of antibiotic use based on hospital therapy guidelines, seen from the percentage of types, doses, frequency and duration of antibiotics.

The results of the study showed that the pattern of antibiotic consumption with the highest consumption in the period 2021 and 2022 was the use of a single antibiotic, namely IV levofloxacin. The highest consumption of antibiotics in pneumonia patients was levofloxacin and ceftriaxone. The DDD values ??of levofloxacin were 58.86 DDD/100 days of hospitalization and 32.2 DDD/100 days of hospitalization, respectively, and ceftriaxone with DDD values ??of 19.08 DDD/100 days of hospitalization and 20.74 DDD/100 days of hospitalization, respectively. The conclusion of this study is that the most common antibiotic pattern is a single antibiotic, namely IV levofloxacin IV levofloxacin has decreased compared to the consumption of these antibiotics in 2021. The use of IV ceftriaxone in the 2022 period was almost the same compared to consumption in the 2021 period. Antibiotics included in the DU 90% segment in 2021 and 2022 include levofloxacin, ceftriaxone, azithromycin, moxifloxacin and meropenem. The suitability of antibiotics with the Hospital Formulary and PPK KSM Lung for the 2021 and 2022 periods was 100% suitability for the right antibiotic and 89% suitability for the right dose, right frequency, right duration of antibiotic use

Kata Kunci : konsumsi, kesesuaian penggunaan antibiotik, pneumonia, ATC/DDD, DU 90%

  1. S2-2025-524740-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524740-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524740-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524740-title.pdf