Gambaran Karakteristik Pasien, Pendekatan Pembedahan, Dan Hasil Histopatologi Pada Pasien Dengan Struma Retrosternal Di Rsup Dr Sardjito Tahun 2021 – 2024
Dimas Swarahanura, dr. Herjuna Hardiyanto, Sp.B, Subsp.Onk(K); Dr. rer. Nat. dr. R. A. Dyah Laksmi Dewi, Sp.B, Subsp.Onk(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ilmu Bedah
Pendahuluan: Goiter dapat berkembang menjadi struma retrosternal yang dapat menimbulkan gejala kompresi dan memerlukan tindakan pembedahan. Meskipun sebagian besar kasus dapat ditangani melalui pendekatan servikal, beberapa memerlukan sternotomi. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis, pendekatan pembedahan, dan temuan histopatologi pada kasus struma retrosternal.
Metode: Studi potong lintang ini melibatkan pasien yang menjalani tiroidektomi di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 2021–2024. Data diperoleh dari rekam medis elektronik, meliputi karakteristik sosiodeomgrafi, klinis, pencitraan, temuan patologis, dan pendekatan pembedahan. Analisis bivariat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara karakteristik pasien dengan derajat struma retrosternal dan pendekatan pembedahan.
Hasil: Sebanyak 60 pasien (5,7%) teridentifikasi memiliki struma retrosternal, dan 5 di antaranya menjalani sternotomi. Pasien dengan struma retrosternal cenderung berusia lebih tua, mayoritas perempuan, dan memiliki proporsi tumor ganas yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan pasien yang menjalani pendekatan servikal, pasien yang menjalani sternotomi memiliki tumor retrosternal derajat 3 (p<0 p=0,121), p=0,045), p=0,036).>
Kesimpulan: Studi ini menunjukkan prevalensi sternotomi yang relatif tinggi pada kasus struma retrosternal di pusat rujukan nasional, mencerminkan kompleksitas kasus yang ditangani. Meskipun jumlah kasus sternotomi terbatas, studi ini memberikan wawasan mengenai faktor klinis dan patologis yang berkaitan dengan pendekatan ini. Temuan ini menekankan pentingnya deteksi dini dan mendukung perlunya penelitian multisenter lebih lanjut untuk memvalidasi faktor prediktif dan merumuskan perencanaan pembedahan.
Introduction: Goiter may progress into retrosternal goiter, which can cause compressive symptoms and require surgical intervention. While most cases can be managed cervically, some require sternotomy. This study aims to describe the clinical characteristics, surgical approaches, and histopathological findings in retrosternal goiter cases.
Methods: This cross-sectional study included patients who underwent thyroidectomy at Dr. Sardjito General Hospital from 2021–2024. Data were obtained from electronic medical records, including sociodemographic, clinical, imaging, pathological findings, and surgical approaches. Bivariable analysis was conducted to explore the association between patients’ characteristics with retrosternal goiter grade and surgical approach.
Results: A total of 60 patients (5.7%) were identified as having retrosternal goiter, of whom 5 patient underwent sternotomy. Patients with retrosternal goiter tended to be older, predominantly female, and had a higher proportion of malignant tumors. Compared to those who underwent a cervical surgical approach, patients who underwent sternotomy had grade 3 retrosternal tumors (p<0 p=0.121), p=0.045), p=0.036).>
Conclusion: This study highlights the prevalence of sternotomy in retrosternal goiter cases at a national referral center, reflecting the complexity of cases treated. Despite the limited number of sternotomies, the study offers insights into clinical and pathological factors associated with this approach. The findings highlight the need for early detection and support further multicenter research to validate predictive factors and guide surgical planning.
Kata Kunci : Gondok, Struma retrosternal, pendekatan servikal, sternotomi, tiroid