Laporkan Masalah

Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap status gizi anak gizi buruk usia 6-24 bulan di Kabupaten Maluku Utara

AMRA, Nizmawati, Toto Sudargo, SKM.,M.Kes

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Kerusuhan yang terjadi pada tahun 1999 di Propinsi Maluku Utara telah mengakibatkan ribuan keluarga tinggal di tempattempat pengungsian dan baru dipulangkan ke daerah asalnya pada akhir tahun 2002. Setelah pengungsian, banyak masalah yang timbul terutama pada anak balita seperti masalah gizi. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap status gizi anak gizi buruk usia 6-24 bulan di daerah Kabupaten Maluku Utara. Metode Penelitian : Merupakan penelitian kuasi-eksperimen (quasiexperiment) dengan rancangan pre and postest with control group design. Sasaran penelitian adalah anak gizi buruk usia 6-24 bulan yang ada di 2 Kecamatan Jailolo dan Sahu, Kabupaten Maluku Utara. Pemberian makanan tambahan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan diberi makanan tambahan (Proten+MP-ASI) selama tiga bulan (n=47) dan kelompok kontrol diberi makanan tambahan (MP-ASI) selama tiga bulan (n=48). Penimbangan berat badan dan pengukuran panjang badan anak dilakukan pada awal penelitian dan selama penelitian berlangsung. Hasil Penelitian : Penambahan berat badan dan panjang badan pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan penambahan berat badan (p<0,05) dan penambahan panjang badan (p<0,05). Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap perubahan status gizi berdasarkan nilai z-score BB/U dan PB/U pada kelompok perlakuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, perubahan pada nilai z-score BB/U (p<0,05) dan perubahan nilai z-score PB/U (p<0.05) Kesimpulan : Pemberian makanan tambahan dapat meningkatkan status gizi serta mampu mencegah memburuknya status gizi

Background : Chaos occurred in North Maluku in 1999 has led its population moving to the evacuation territorry. They went back to the formerly territory in the last 2002. After evacuation, many problems were arised mainly among underfives, such as nutrition problem. Objective : The study was proposed to know the influence of food supplementation to the nutritional status of malnutrition infant aged 6 – 24 months in North Maluku regency. Study Design : This was quasi experiment with pre and postest with control group design. Subjects were malnutrition infant aged 6 – 24 months in Jailolo and Sahu, North Maluku. Food supplementation is divided into two groups : cases group which obtained food supplement (proten+blended food) during 3 months (n=47) and control group which obtained blended food during 3 months (n=48). Body weight and height were measured in the beginning and during the study. Results : The increasing of body height and body weight of case group were higher than control group, body weight (p<0.05) and body height (p<0.05). The influence of food supplementation to the nutritional status based on wight for age z score and height for age z score among case group were better than control group, weight for age z score (p<0.05) and height for age (p<0.05) Conclusion : Food supplementation is able to increase nutritional status and to prevent malnutrition.

Kata Kunci : Gizi Anak,Makanan Tambahan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.