Laporkan Masalah

The Incidence of Suspected Otodectes cynotis Infestation in Cats at Laboratorium Klinik Hewan Kuningan

Tan Jian Ping, Prof. Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto

2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Otodectes cynotis merupakan tungau yang sangat menular dan menjadi penyebab utama otitis eksterna pada kucing di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian dugaan infestasi Otodectes cynotis pada kucing yang diperiksakan di Laboratorium Klinik Hewan Kuningan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sebanyak 35 ekor kucing yang menunjukkan tanda-tanda klinis seperti menggaruk telinga, menggelengkan kepala, dan keluarnya serumen berwarna lilin diperiksa selama bulan November 2024. Diagnosis dilakukan berdasarkan tanda-tanda klinis dan dikonfirmasi melalui visualisasi langsung tungau menggunakan mikroskopis pemeriksaan sampel serumen yang diawetkan dalam larutan KOH. Dari seluruh kucing yang diperiksa, 51,40?rjenis kelamin betina dan 48,60?rjenis kelamin jantan; namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara jenis kelamin dan infestasi (p > 0,05). Distribusi usia menunjukkan bahwa anak kucing (berusia 1–12 bulan) memiliki prevalensi tertinggi (74,29%). Berdasarkan faktor lingkungan, kucing semi-outdoor menunjukkan prevalensi tertinggi (45,70%), diikuti oleh kucing indoor (37,15%) dan outdoor (17,15%). Kesimpulan penelitian ini adalah dari 35 kucing yang diduga terinfestasi Otodectes cynotis banyak ditemukan pada kucing umur muda dan dipelihara semi-outdoor.

Otodectes cynotis is a highly contagious mite responsible for otitis externa in cats worldwide. This study aimed to determine the incidence of suspect Otodectes cynotis infestations in cats presented to Laboratorium Klinik Hewan Kuningan, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. A total of 35 cats exhibiting clinical signs such as ear scratching, head shaking, and waxy ceruminous discharge were examined during November 2024. Diagnosis was based on clinical signs and confirmed by direct visualization of mites using a microscopic examination of cerumen samples preserved in KOH solution. Among the examined cats, 51.40% were female and 48.60% were male; however, no statistically significant association between gender and infestation was observed (p > 0.05). Age distribution showed that kittens (1–12 months old) had the highest prevalence (74.29%). Regarding environmental exposure, semi-outdoor cats exhibited the highest prevalence (45.70%), followed by indoor (37.15%) and outdoor (17.15%) cats. The conclusion of this study is that among the 35 cats suspected of Otodectes cynotis infestation, the condition was most commonly observed in young cats and those kept in a semi-outdoor environment.

Kata Kunci : Cat, ear mites, Otodectes cynotis, otitis externa

  1. S1-2025-483275-abstract.pdf  
  2. S1-2025-483275-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-483275-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-483275-title.pdf