Sistem penentuan insentif yang diharapkan oleh perawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta :: Studi kasus Kebijakan Insentif Perawat
HIDAYAT, Ahmad, Sri Werdati, SKM.,M.Kes
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi perawat terhadap sistem insentif saat ini dan melakukan ekplorasi harapan perawat terhadap sistem insentif untuk waktu yang akan datang sebagai pengakuan profesionalisme perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (faktor karakteristik demografi: umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, lama bekerja, dan tempat bekerja) dengan variabel terikat, yakni persepsi perawat terhadap komponen kontribusi asuhan keperawatan sebagai penentu sistem insentif yang terdiri dari dimensi-dimensi: kompetensi, tanggung jawab, bobot kerja, pengalaman kerja, volume kerja dan keadilan kerja di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Metode: Studi kasus untuk mendapatkan bukti empirik mengenai hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, sehingga menemukan rumusan baru untuk menetapkan kebijakan sistem insentif yang tepat bagi perawat. Penelitian dilakukan terhadap seluruh perawat di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang diambil dengan cara purposive sampling. Analisis univariat untuk menganalisis deskripsi hasil penelitian (kuantitatif dan kualitatif), analisis uji beda dengan mengggunakan analisis Anova, dan analisis uji beda antar dimensi persepsi dengan Post Hoc Test. Kuesioner sebagai alat ukur dilakukan uji validitas dengan menggunakan analisis Product Moment dan uji reliabilitas dengan menggunakan analisis Alpha Cronbach dengan taraf signifikansi 5%. Hasil: Data empirik menunjukkan bahwa: (1) Faktor karakteristik demografi pendidikan, lama bekerja dan tempat kerja perawat mempunyai hubungan yang bermakna dengan persepsi perawat terhadap sistem insentif; (2) Pengujian lebih lanjut dengan menggunakan Post Hoc Test dapat lebih memperjelas hasil perbedaan persepsi antar subvariabel; (3) Analisis t-Test menunjukkan perbedaan bermakna antara persepsi sistem insentif saat ini dengan sistem insentif yang diharapkan; dan (5) Analisis perbedaan dengan menggunakan Gap Analysis menunjukkan bahwa terdapat kesenjangan antara sistem insentif saat ini dengan sistem insentif yang diharapkan. Kesimpulan: Persepsi perawat terhadap sistem insentif menyatakan bahwa, sistem insentif saat ini masih kurang baik apabila dibandingkan dengan harapannya.
Background: This study aimed to understand nurse staffs’ perception toward recent incentive system, and to explore nurses’ expectation on incentive system in nurse professionalism recognition in PKU Muhammadiyah Hospital. This study was intended to understand the relationship between independent variables (demographic characteristic factors: age, sex, marital status, education, work tenure, and workplace) and dependent variables, nurses’ perception towards incentive systems’ components , competency, responsibility, work weight, work experience, work volume, work fairness in PKU Muhammadiyah Hospital. Method: Case study was conducted to obtain empirical evidence about relationship between independent and dependent variables, in order to find new appropriate formulation on nurse incentive system policy. Empirical study was performed to all nurses in PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta which are collected by purposive sampling method. Univariate was used to analyze the study results description (quantitative and qualitative). When analizing differences Anova was used, and analysis of difference test among perception dimension using Post Hoc Test. Product Moment Analysis was used to assess questionaire validity , and Alpha Cronbach test was used to assess questionaire reliability, with level of significance of 5%. Result: Empirical results determine that: (1) Demographic characteristic factors such us education, work tenure, and workplace for nurses have significant relationship with nurse’s perception towards incentive system; (2) Further test using Ad Hoc Test could confirm the perception differentiation among sub variable; (3) T-Test result determine a significant difference between perceptio n toward recent incentive system and expected incentive system; and (4) Gap Analysis shows that based on analysis of paramedic perception instrument, there is gap between recent incentive system with the expected incentive system. Conclusion: Recent incentive system is less than expectation, according to nurses’ perception.
Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Insentif Perawat