Laporkan Masalah

Analisis Kelayakan Investasi Kampung Seni Borobudur dalam Rangka Pengambilan Keputusan Untuk Pemanfaatan Barang Milik Daerah dan Aset Desa

Caecilia Tiffani Hindriyana Putri, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak.,CA.

2025 | Tesis | S2 Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi Kampung Seni Borobudur (KSB) dalam rangka pengambilan keputusan untuk pemanfaatan Barang Milik Daerah dan Aset Desa berdasarkan Environmental Analysis (PEST Analysis) dan Financial Analysis (NPV, IRR, Payback Period), menganalisis berapa kelayakan Finansial Kampung Seni Borobudur dengan menggunakan skema sewa dan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), dan memberikan rekomendasi terkait skema pemanfaatan yang tepat untuk Kampung Seni Borobudur (KSB).

Hasil analisis menunjukkan bahwa dua skema kerjasama, yaitu skema sewa dan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) layak secara finansial, ditunjukkan oleh Net Present Value (NPV) positif, Internal Rate of Return (IRR) di atas tingkat diskonto, Payback Period dan Discounted Payback Period yang wajar, dan tingkat kapitalisasi penerimaan pemerintah di atas 0,5%. Skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) menghasilkan NPV lebih tinggi sebesar Rp 86.424.905.672,00 dengan Payback Period 8 tahun dan IRR lebih tinggi sebesar 18,39?ri skema sewa. Dari sisi mitra, skema sewa lebih menguntungkan karena seluruh laba menjadi pendapatan mitra, meski seluruh risiko juga ditanggung. Sebaliknya, dari sisi Pemerintah lebih menguntungkan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) karena mendapat pembagian laba dan tingkat kapitalisasi lebih tinggi yakni 7,45% dibandingkan dengan skema sewa sebesar 2,72%, meskipun terdapat risiko ketidakpastian pembagian laba. Hasil keuangan ini diperkuat oleh analisis eksternal menggunakan PEST analysis, yang menunjukkan bahwa faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi mendukung kelayakan dan prospek proyek Kampung Seni Borobudur (KSB). 

This research aims to assess the investment feasibility of Kampung Seni Borobudur (KSB) to support decision-making regarding the utilization of Regional Government Assets (Barang Milik Daerah/BMD) and Village Assets. The study employs Environmental (PEST) Analysis and Financial Analysis, including Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PP), to evaluate the financial viability of two asset utilization schemes: lease and Utilization Cooperation Scheme (Kerja Sama Pemanfaatan/KSP), and to recommend the most appropriate scheme for Kampung Seni Borobudur (KSB).

The results indicate that both the lease and KSP schemes are financially feasible, as evidenced by positive NPV, IRRs exceeding the discount rate, reasonable Payback and Discounted Payback Periods, and a government revenue capitalization rate above 0.5%. The KSP scheme yields a higher NPV of IDR 86,424,905,672, with a payback period of 8 years and higher IRR of 18.39% compared to the lease scheme. From the partner’s perspective, the lease scheme is more advantageous as all profits are retained by the partner, despite the full assumption of risk. Conversely, for the government, the KSP scheme is more beneficial due to profit-sharing and a higher capitalization rate of 7.45% compared to 2.72% under the lease scheme, although it involves uncertainty in profit distribution. These financial findings are further supported by external PEST analysis, which indicates that political, economic, social, and technological factors favour the feasibility and long-term prospects of the KSB project.

Kata Kunci : Analisis Kelayakan Finansial, Kerjasama Pemanfaatan, Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), Pengelolaan Aset Desa, Skema Sewa, Skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP), PEST Analysis, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP),

  1. S2-2025-524949-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524949-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524949-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524949-title.pdf