Laporkan Masalah

Evaluasi Interaksi Obat pada Pasien Tuberkulosis Rawat Jalan di Rumah Sakit Akademik UGM

Rafida Rusdiana, Prof. Dr. apt. Ika Puspita Sari, S.Si., M.Si.

2025 | Skripsi | FARMASI

Tuberkulosis merupakan penyakit kronik menular dimana Indonesia merupakan berada pada posisi kedua dengan jumlah kasus tuberkulosis terbanyak di dunia. Pengobatan tuberkulosis berlangsung lama dan biasanya pasien akan mendapatkan beberapa obat anti tuberkulosis (OAT). Terlebih lagi apabila pasien memiliki penyakit penyerta dan mendapatkan obat lain. Banyaknya obat yang digunakan oleh pasien tuberkulosis dapat meningkatkan potensi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan pasien, mengevaluasi interaksi OAT, dan mengetahui pengaruh interaksi obat terhadap luaran klinis.

Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien. Subjek penelitian ini adalah pasien tuberkulosis rawat jalan periode Januari-Desember 2023 di RS Akademik UGM Yogyakarta. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data pasien yang dibutuhkan adalah data demografi, riwayat penyakit, riwayat pengobatan, dan luaran klinis pasien. Interaksi obat dianalisis secara deskriptif dengan Lexicomp dan Drug Interaction Facts 2015 kemudian analisis pengaruh interaksi obat antituberkulosis terhadap luaran terapi dilakukan menggunakan metode chi-square.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien, yaitu sebanyak 68 dari 73 pasien (91,9%) mendapatkan kombinasi OAT RZHE/RH. Selain OAT, vitamin digunakan oleh 70 pasien (95,9%). Terdapat 73 pasien (100%) yang mengalami interaksi obat secara potensial dengan total sebanyak 400 kejadian interaksi. Mekanisme interaksi potensial yang yang terjadi adalah farmakokinetik (81,25%) dan farmakodinamik (18,75%). Interaksi potensial yang terjadi bersifat major (20,25%), moderate (67%), dan minor (12,77%).  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kejadian interaksi obat dengan luaran klinis pasien (p = 0,107).

Tuberculosis is a chronic infectious disease where Indonesia is in second place with the highest number of tuberculosis cases in the world. Tuberculosis treatment takes a long time and usually patients will receive several anti-tuberculosis drugs (OAT). Moreover, if the patient has a comorbid disease and receives other drugs. The number of drugs used by tuberculosis patients can increase the potential for drug interactions. This study aims to determine the pattern of patient treatment, evaluate OAT interactions, and determine the effect of drug interactions on clinical outcomes.

This study is a cross-sectional study with retrospective data collection through patient medical records. The subjects of this study were outpatient tuberculosis patients from January to December 2023 at RS Akademik UGM in Yogyakarta. Sampling was carried out using purposive sampling according to the inclusion and exclusion criteria. The patient data required are demographic data, medical history, treatment history, and patient clinical outcomes. Drug interactions were analyzed descriptively with Lexicomp and Drug Interaction Facts 2015, then the analysis of the effect of antituberculosis drug interactions on therapeutic outcomes was carried out using the chi-square method.

The results showed that most patients, namely 68 out of 73 patients (91.9%) received a combination of OAT RZHE/RH. In addition to OAT, vitamins were used by 70 patients (95.9%). There were 73 patients (100%) who experienced potential drug interactions with a total of 400 interaction events. The potential interaction mechanisms that occurred were pharmacokinetic (81.25%) and pharmacodynamic (18.75%). The potential interactions that occurred were major (20.25%), moderate (67%), and minor (12.77%). The results of this study showed that there was no relationship between the incidence of drug interactions and patient clinical outcomes (p = 0.107).

Kata Kunci : interaksi obat, tuberkulosis, obat anti tuberkulosis

  1. S1-2025-477306-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477306-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477306-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477306-title.pdf