Pengaruh Daya Tarik Pemengaruh Kecerdasan Buatan terhadap Perilaku Pembelian dengan Mediasi Keterlibatan, serta Peran Kesesuaian Pemengaruh-Pengikut sebagai Pemoderasi
Robiyanto, Widya Paramita, S.E., M.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Penelitian
ini mengkaji pengaruh daya tarik pemengaruh kecerdasan buatan (AI)
terhadap perilaku pembelian konsumen, dengan keterlibatan sebagai mediator dan
kesesuaian pemengaruh-pengikut sebagai moderator. Berlandaskan Teori Kredibilitas
Sumber dan Teori Kesesuaian Diri, penelitian ini meneliti dua dimensi daya
tarik pemengaruh AI, yaitu daya tarik fisik dan sosial, serta dampaknya
pada keterlibatan dan perilaku pembelian. Data dikumpulkan dari 273 responden
melalui survei daring dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling
(SEM). Hasil menunjukkan daya tarik fisik berpengaruh lebih kuat pada
keterlibatan (? = 0,350) dibanding daya tarik sosial (? = 0,268), menunjukkan
pentingnya estetika digital dalam menarik perhatian pengikut. Namun, hanya daya
tarik sosial yang berpengaruh signifikan pada perilaku pembelian (? = 0,302),
mengindikasikan bahwa atribut seperti kehangatan dan keramahan lebih mendorong
tindakan konsumen dibanding daya tarik visual. Keterlibatan terbukti memediasi
hubungan antara daya tarik pemengaruh dan perilaku pembelian, memperkuat peran
pentingnya dalam proses pemasaran digital. Sebaliknya, kesesuaian
pemengaruh-pengikut tidak memoderasi hubungan keterlibatan dan perilaku
pembelian secara signifikan, menantang asumsi Teori Kesesuaian Diri dan
mengindikasikan bahwa keselarasan identitas kurang relevan untuk pemengaruh
non-manusia.Temuan ini memperluas penerapan Teori Kredibilitas Sumber di
konteks pemengaruh AI dan mengusulkan evaluasi ulang Teori Kesesuaian Diri.
Penelitian juga memberikan wawasan strategis bagi pemasar dalam memanfaatkan
isyarat visual dan sosial pemengaruh AI untuk meningkatkan keterlibatan
dan niat beli.
This
study examines the influence of artificial intelligence (AI) influencers’
attractiveness on consumer purchase behavior, with engagement as a mediator and
influencer-follower congruence as a moderator. Grounded in Source Credibility
Theory and Self-Congruity Theory, it investigates how two dimensions of AI
influencers’ attractiveness—physical and social—affect engagement and purchase
behavior. Data were collected from 273 respondents via an online survey and
analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). Results show that physical
attractiveness has a stronger impact on engagement (? = 0.350) than social
attractiveness (? = 0.268), highlighting the importance of digital aesthetics
in attracting followers. However, only social attractiveness significantly
affects purchase behavior (? = 0.302), suggesting relational traits like warmth
and friendliness drive consumer actions more than visual appeal. Engagement
significantly mediates the relationship between AI influencers’ attractiveness
and purchase behavior, emphasizing its key role in the digital marketing
process. Conversely, influencer-follower congruence does not significantly
moderate the relationship between engagement and purchase behavior, challenging
assumptions of Self-Congruity Theory and implying that identity alignment is
less relevant when the influencer is non-human.These findings extend the
application of Source Credibility Theory to AI influencer contexts and call for
a re-evaluation of Self-Congruity Theory. Practically, the study provides
strategic insights for marketers to leverage AI influencers’ visual and social
cues to enhance engagement and stimulate purchase intention.
Kata Kunci : Pemengaruh AI, Daya Tarik Fisik, Daya Tarik Sosial, Keterlibatan, Perilaku Pembelian, Kesesuaian Pemengaruh-Pengikut, Teori Kredibilitas Sumber, Teori Kesesuaian Diri.