Perbedaan kecemasan klien pre dan pasca penghentian kehamilan tak diinginkan di Klinik Adhi Warga D.I. Yogyakarta
SUHERNI, dr. Siswanto Agus Wilopo, SU.,MSc.,Sc.D
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: WHO memperkirakan di seluruh dunia setiap tahun terjadi 20 juta kejadian penghentian kehamilan yang tidak aman (unsafe abortion) (WHO, 1998), dan 95 persennya terjadi di negaranegara berkembang (Safe Motherhood, 2002). ICPD di Kairo Tahun 1994 menyatakan bahwa pengakhiran kehamilan tidak diperbolehkan sebagai Keluarga Berencana. Indonesia termasuk negara yang tidak menganut legalisasi pengakhiran kehamilan dengan alasan apapun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kecemasan klien pre dan pasca penghentian kehamilan tak diinginkan (PKTD). Metodologi: Penelitian ini dirancang menggunakan jenis penelitian Observasional dengan studi Cross Sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita berumur 19-49 tahun yang diperiksa PKBI Yogyakarta pada bulan Agustus sampai dengan September 2003, dengan KTD yang akan dilakukan PKTD (pre PKTD) dan telah dilakukan (pasca PKTD). Variabel bebas penelitian ini yaitu waktu PKTD, dengan variabel terikat kecemasan, dan variabel kontrol terdiri atas: umur; paritas; pendidikan; pekerjaan; dan kesertaan Keluarga Berencana (KB). Metode analisis data penelitian ini terdiri atas analisis kuantitatif menggunakan analisis univariabel (deskriptif) dan bivariabel (X2 Mc Nemar). Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini adalah adanya penurunan kecemasan yang bermakna sejak pre hingga pasca PKTD (X2= 9,15; p< 0,05), dan setelah diuji lanjut diketahui bahwa penurunan penurunan kecemasan yang bermakna sejak pre hingga pasca PKTD terjadi pada setiap tingkat usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, dan kesertaan KB. Kesimpulan: Kecemasan klien pre dan pasca PKTD secara klinis mengalami penurunan pada setiap tingkat usia, paritas, pendidikan, pekerjaan, dan kesertaan KB, namun pada pasca PKTD kecemasan tersebut tidak dapat hilang sama sekali.
Background: WHO estimated that there is 20 million unsafe abortions occurred in the world and 95% in developing countries. ICPD in Kairo in the year of 1994 stated that abortion is actually not allowed as Family Planning. Indonesia is country that is not followed the legazation of abortion with any reasons. Most of the unwanted pregnancy respondents who axperienced abortion, could be confuse, ashame, sin, fault of depretuon. Objective: This research was aimed to find out the diference of client’s anxiety of pre and post unwanted pregnancy (PKTD) Methods: This was an observational study with cross sectional design. The population of this research was woman whose age 19-49 years old and who were being examined by Clinic Adhi Warga PKBI Yogyakarta in August to October 2003 with KTD (unwanted pregnancy) that will implement PKTD (pre PKTD) and after implement (post PKTD). Independent variable of this research was time of PKTD, with dependent variable of anxiety, and control variable was cons ist of; age , parity, education, job, and participation of Family Planning. Method of data analysis consisted of quantitative analysis by using univariable analysis (descriptive) and bivariable(X 2Mc Nemar). Results: The result of this research was the significant decreasing of anxiety since pre to post PKTD (X 2 = 9,15; p<0,05), and after being further examined, it was known that the decreasing of anxiety since pre and post PKTD was occurred in level of age, parity, education, job, and participation of Family Planning. Conclusion: Client’s anxiety pre and post PKTD experienced decreasing in the level of age, parity, education, job, and participation of Family Planning., although in post PKTD the anxiety could not be disappeared at all.
Kata Kunci : Kesehatan Ibu,Kecemasan,Kehamilan Tak Diinginkan