Pengaruh Algoritma Indonesia Metastatic Bone Disease (INA-MBD) of unknown origin terhadap Time to diagnosis dan Cost to diagnosis
Yuni Artha Prabowo Putro, Prof. Dr. dr. Teguh Aryandono, Sp.B. Subsp. Onk(K).; Prof. Dr. dr. Irianiwati, Sp.PA(K).; Dr. dr. Rahadyan Magetsari, Sp.OT(K)
2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Latar belakang.
Pasien MBD of unknown origin
membutuhkan waktu sekitar 4 bulan hingga diagnosis dapat ditegakkan. Hal
tersebut dikarenakan belum adanya kesepakatan dalam diagnosis dan penanganan
MBD of unknown origin. Untuk itu
diperlukan algoritma tatalaksana MBD of
unknown origin yang disusun secara sistematis dan berbasis bukti sehingga
dapat mengatasi permasalahan tersebut.
Tujuan. Untuk
meningkatkan diagnosis dan tatalaksana pasien MBD of unknown origin dengan penggunaan algoritma INA-MBD
Metode penelitian.
Penelitian ini merupakan penelitian quasi
experimental dengan rancangan
pre-test post-test without control group design. Sebanyak 146 subjek
penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dikumpulkan secara konsekutif,
terbagi menjadi kelompok intervensi (menggunakan algoritma INA-MBD) dan non-intervensi (tidak menggunakan
algoritma). Analisis data untuk variable time
to diagnosis dilakukan dengan uji Kaplan-Meier
dan uji Cox-regresion untuk
analisis bivariat dan Cox-regression
untuk analisis multivariat terhadap faktor luar. Analisis cost to diagnosis dengan analisis covariance.
Hasil. Analisis
hasil time to diagnosis median 29
hari (p=0.000), HR 2,52 (p=0.000) dan cost
to diagnosis rerata Rp. 23.878.055( p=0.000) pada kelompok algoritma
INA-MDB dan tanpa algoritma menunjukan perbedaan yang signifikan.
Kesimpulan.
Implementasi algoritma INA-MBD dalam penanganan kasus metastatic bone disease of unknown origin dapat mempersingkat time to diagnosis dan mengurangi cost to diagnosis.
Background.
Patients with metastatic bone disease (MBD) of unknown
origin require approximately four months for a definitive diagnosis. This delay
is due to the lack of consensus on the diagnosis and management of MBD of
unknown origin. Therefore, a systematically structured and evidence-based
treatment algorithm is needed to address this issue effectively.
Purpose.
To improve dignosis and management of MBD patients of unknown origin by using
the INA-MBD algorithm.
Research
method. This study employs a quasi-experimental with
pre-test post-test design. A total of 146 subject fulfill the inclusion
criteria were collected consecutively and divided into an intervention group
(using the INA-MBD algorithm) and a non-intervention group (not using the
algorithm). Data analysis for the time to diagnosis variable was conducted
using Kaplan-Meier and Cox- regression for bivariate analysis, while
Cox-regression was also used for multivariate analysis to account for external
factors. Cost to diagnosis was analyzed using analysis of covariance.
Result.
Analysis of time to diagnosis with median 29 days (p=0.000), HR 2,52 (p=0.000)
and cost to diagnosis mean Rp. 23.878.055 (p=0.000) in the INA-MDB algorithm
group and without the algorithm showed significant differences.
Conclusion.
The implementation of the INA-MBD algorithm in managing metastatic bone disease
cases able to shorten the time to diagnosis and reduce the cost of diagnosis.
Kata Kunci : metastatic bone disease, neoplasm metastasis, unknown primary, algoritma, tatalaksana.