Laporkan Masalah

ANALISIS POTENSI PASAR DAN ASPEK FINANSIAL YANG BERPENGARUH TERHADAP KELAYAKAN INDUSTRI INGOT ALUMINIUM (Studi Kasus di Industri Kecil dan Menengah AA9 Aluminium Yogyakarta)

Ardianti Pramesti, Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng & Ir. Anna Maria Sri Asih, S.T., M.M., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2010 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Berkembangnya industri produk-produk aluminium secara tidak langsung menyebabkan adanya peningkatan permintaan terhadap bahan baku berupa aluminium batangan atau ingot aluminium. Di daerah Yogyakarta, khususnya di Bantul, industri pengecoran aluminium telah banyak dijalankan terutama sebagai industri kecil dan menengah. Bahan baku pembuatan aluminium batangan ini menggunakan barang bekas atau limbah yang terbuat dari aluminium, biasanya berasal dari kaleng-kaleng bekas, scrap dari peralatan rumah tangga, bagian-bagian komponen kendaraan, dan lain-lain. Industri AA9 Aluminium merupakan industri kecil dan menengah yang memproduksi ingot aluminiut di daerah Umbulharjo, Yogyakarta sejak tahun 2004 dan merupakan industri yang dijalankan oleh perseorangan. Keterbatasan bahan baku dan kemampuan dalam mengatur finansial dirasa menjadi hambatan utama bagi industri tersebut untuk memenuhi permintaan pasar. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa potensi pasar aluminium batangan atau ingot aluminium dengan bahan baku limbah aluminium sangat terbuka luas karena jumlah produksi di industri AA9 Aluminium sendiri belum dapat memenuhi permintaan pasar. Strategi pemasaran hanya terbatas pada pasar lokal, mitra kerja, koperasi, dan industri aluminium di daerah Bantul dan sekitarnya sehingga perlu adanya peningkatan. Hasil penilaian investasi melalui aspek finansial menunjukkan bahwa industri aluminium batangan AA9 Aluminium ini adalah layak dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 330.014.668,00, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 27.77%, Return on Investment (ROI) sebesar 63,40%, Profitability Index (PI) sebesar 1,52, dan Payout Time (POT) adalah 6,12 tahun. Industri aluminium batangan atau ingot aluminium ini sangat sensitif terhadap penurunan harga jual sampai dengan 7,5%, kenaikan biaya investasi lebih dari 50%, dan penurunan pendapatan sebesar 5% sedangkan terhadap kenaikan harga bahan baku, industri ini tidak terlalu sensitif karena harga jualnya dapat menutup harga bahan baku dalam produksi ingot aluminium tersebut.

Kata Kunci : aluminium, ingot aluminium, NPV, IRR, ROI, PI, POT, sentivitas

  1. S1-FTK-2010-Ardianti_Pramesti-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2010-Ardianti_Pramesti-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2010-Ardianti_Pramesti-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2010-Ardianti_Pramesti-title.pdf