Laporkan Masalah

Kebutuhan dan pengembangan fisik Instalasi Ibu dan Anak di Rumahsakit Umum Daerah Fauziah Bireuen

RAHIM, Amren, Agastya, SE.,MBA.,MPM

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang : Rumahsakit umum Fauziah Bireuen, sesuai rencana stratejiknya (renstra) akan mengembang kan pelayanan unggulan kesehatan ibu dan anak. Unit pelayanan ini didukung dengan SDM yang memadai, mencakup bidang spesialisasi kebidanan dan penyakit kandungan serta spesialisasi kesehatan anak. Jumlah kunjungan rawat jalan poliklinik anak merupakan unit yang tertinggi kunjungannya mencapai 40 % untuk tahun 2001. Situasi kesehatan ibu dan anak, dimana angka kematian ibu masih sangat tinggi mencapai 1,5 kali angka nasional padahal hal ini dapat dicegah, sebaliknya angka kematian bayi sudah lebih baik, lebih rendah dari angka nasional. Dengan beban kerja yang ada dan jarak ke rumahsakit terdekat mencapai 56 km, dan luas wilayah yang relatif luas. Ketersediaan fasilitas KIA perlu dicermati dengan menyiapkan telaah “perencanaan kebutuhan dan pengembangan fisik instalasi kesehatan ibu dan anak “. Tujuan penelitian : Untuk menyesuaikan daya dukung fisik, dengan mengetahui kebutuhan dan potensi lingkungan dalam merencanakan pengembangan instalasi KIA. Metode penelitian : Jenis penelitian dengan rancangan penelitian berupa studi kasus yang bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan cara eksploratif. Kegiatan diawali dengan mencari dan mengumpulkan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengukuran aspek teknikal bangunan, dokumentasi fisik, pengamatan langsung dan wawancara. Hasil dan pembahasan : Isu-isu performansi fisik rumahsakit, ruangan kurang nyaman dari aspek teknikal bangunan sehingga berpengaruh terhadap aspek behavioral dan fungsional. Memerlukan tambahan ruangan khusus seperti perinatologi, ICU anak dan ruang persalinan dan terbatasnya luas lahan untuk pengembangan. Rekomendasi berdasarkan analisis tingkat kesesuaian diprioritaskan untuk jangka pendek dilakukan penataan dan koreksi jumlah tempat tidur per ruangan. Selanjutnya membangun ruangan baru ICU dan lain-lain. Kesimpulan : Ada ketidak sesuaian (kesenjangan) antara kinerja (kondisi) fisik dengan standar normatif. Adanya kebutuhan pengelola, tenaga medis, paramedis dan pasien terhadap pengembangan fisik. Saran untuk efisiensi perbaiki sistem rujukan, evaluasi berkala kondisi fisik, studi banding dan survey mendalam melibatkan pasien dari rumahsakit lain.

Background : As outlined in its strategic plan, Fauziah General Hospital Bireuen will establish a sophisticated maternal and paediatric health care service. This service unit should intends to be supported by adequate human resources in the field of obstetrics and gynaecology as well as paediatrics. The number of visit in the paediatrics outpatient clinic, which was as high as 40% in 2001, is the highest among the number of visit in other outpatient clinic. Despite the prevention and promotion program, the situation of maternal and children health status remains below the standard. The rate of maternal death is 1,5 times higher than the national rate. Conversely, the death rate of neonatal is better and lower than the national standard. Given the workload, the distance to the nearest hospital (56 Kilometres) and also the geographical couverage of this area, the availability of maternal and children health care needs to be focused on. This can be attained by preparing a study of physical demand and developmental planning of maternal and children health care. Objectives : To adjust the physical supporting resources and the necessity and environmental potency in assessing the development of maternal and children healthcare service unit. Methods : This is a descriptive qualitative case study which used explorative approach. Secondary data was obtained in the initial stage of study. Primary data was obtained from the technical aspect measurement of the building, physical documentation, direct observation and interview. Results and discussion: There are some issues on hospital physical performance, e.g. technically uncomfortable rooms which affect the behavioural and functional aspects and the limitation of area for developmental planning. The hospital needs additional specified rooms such as perinatology, paediatric ICU, and labour and delivery room. For short term priority, based on the analysis of adjustment rate, we recommend rearrangement and correction of patient bed for each room, followed by the establishment of intensive care unit, etc. Conclusion : We found a discrepancy between physical performance and the normative standard. In the context of further physical development, the hospital still need stakeholders, medical and paramedical staffing. To accomplish these objectives, we recommend to improve the reference system, periodic evaluation to physical performance, comparative study, and comprehensive study which involves patients from other hospital.

Kata Kunci : Manajemen Rumah Sakit,Pembangunan Fisik,Instalasi Ibu dan Anak, Health facility design, post-occupancy evaluation, hospital service indicator.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.