Prevalensi dan Sebaran Umur Ringworm pada Pasien Anjing dan Kucing di Klinik Hewan Jogja Periode 2023-2024
Fadilla Nur Aini, Prof. Dr. drh. Ida Tjahajati, M.P.
2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Ringworm (dermatofitosis) adalah penyakit zoonotik yang umum
menyerang anjing dan kucing, disebabkan oleh infeksi dermatofit. Meskipun
memiliki potensi zoonosis dan tingkat penularan yang tinggi, data epidemiologi ringworm
pada hewan di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis sebaran umur dan kejadian ringworm pada pasien anjing dan
kucing pada
salah satu klinik di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Klinik Hewan Jogja selama
periode 2023-2024. Data diperoleh dari rekam medis pasien dalam bentuk Microsoft
Excel, ditabulasi berdasarkan diagnosis ringworm dan umur pasien anjing
dan kucing. Penegakan diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan klinis dan temuan
hifa pada pemeriksaan mikroskopis kerokan kulit. Data kemudian
dianalisis secara deskriptif dengan menghitung prevalensi ringworm dan mengevaluasi
pola sebaran umur pada pasien anjing dan kucing. Jumlah pasien anjing dan
kucing terdiagnosis ringworm masing-masing dibandingkan dengan
jumlah pasien secara keseluruhan sesuai spesies dan dikalikan dengan 100% untuk
mendapatkan nilai prevalensi. Pasien anjing dan kucing terdiagnosis ringworm
kemudian dikelompokkan sesuai dengan klasifikasi umur anjing dan kucing
untuk mengetahui pola sebaran umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
prevalensi ringworm pada anjing menurun dari 5,58% (2023) menjadi 5,45%
(2024), sementara pada kucing mengalami peningkatan dari 3,37% (2023) menjadi
4,29% (2024). Analisis sebaran umur pada anjing, baik pada tahun 2023 maupun
2024 menunjukkan kelompok umur muda (<1>7 tahun)
dengan jumlah kasus paling rendah. Pada kucing, sebaran umur di tahun 2023 dan
2024 menunjukkan pola yang sama, di mana kelompok kitten (<1>young adult (1–6
tahun), mature adult (7–10 tahun), dan senior (>10 tahun). Temuan ini
menunjukkan bahwa anjing dan kucing muda lebih rentan terhadap infeksi
ringworm, sehingga strategi pencegahan dini penting untuk mengurangi risiko
penyebaran ringworm.
Ringworm (dermatophytosis) is a common zoonotic disease affecting dogs
and cats, caused by dermatophyte infections. Despite its zoonotic potential and
high transmissibility, epidemiological data on ringworm in animals in Indonesia
remain limited. This study aimed to analyze the age distribution and prevalence
of ringworm in dog and cat patients at a clinic in the Special Region of
Yogyakarta, namely Klinik Hewan Jogja, during the period 2023-2024. Data were collected
from patient medical records in Microsoft Excel format and tabulated based on ringworm
diagnosis and patient age. Diagnosis was established through clinical
examination and the presence of fungal hyphae observed via microscopic
examination of skin scrapings. The data were then analyzed descriptively to
evaluate ringworm prevalence and age distribution patterns in dog and cat
patients. The number of ringworm-positive patients was compared with the total
number of patients per species and multiplied by 100% to determine prevalence.
Affected patients were then categorized based on species-specific age
classifications to identify age-related patterns. The results showed that
ringworm prevalence in dogs decreased from 5.58% (2023) to 5.45% (2024), while
in cats, it increased from 3.37% to 4.29%. The age distribution analysis for
dogs, in both 2023 and 2024, showed that the younger age group (<1>7 years) with the lowest number of cases. For cats, the age distribution
in 2023 and 2024 exhibited a similar pattern, where the kitten group (<1>10 years). These findings suggest
that young dogs and cats are more susceptible to ringworm infection. Therefore,
early prevention strategies are essential to mitigate the risk of ringworm
transmission.
Kata Kunci : ringworm, anjing, kucing, prevalensi, sebaran umur