Efektivitas Penambahan Obat Pregabalin Dalam Kombinasi Terapi PPI - Prokinetik Pada Pasien Dispepsia Fungsional
Zulva Amalia, Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., FISQua; Dr. dr. Probosuseno, Sp.PD, K-Ger. FINASIM., S.E., M.M.,AIFO-K
2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik
Dispepsia
Fungsional merupakan salah satu penyakit saluran pencernaan yang paling sering
ditemui dalam praktik pelayanan kesehatan. Proton Pump Inbitor (PPI)
dikenal sebagai lini pertama pada pengobatannya namun beberapa pasien dispepsia
fungsional yang diobati dengan PPI dosis standar masih terus menunjukkan gejala
penyakit tersebut. Oleh karena itu, diperlukan kombinasi terapi dengan beberapa
pilihan obat salah satunya adalah neuromodulator. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis efektivitas dan pengaruh penambahan obat neuromodulator
pregabalin pada kombinasi terapi PPI dan prokinetik dalam menurunkan skor nyeri
(VAS) dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien dispepsia fungsional.
Penelitian
ini merupakan studi Kohort Prospektif dengan desain Pre–Post with Control
Group yang dilakukan pada 25 pasien kelompok kombinasi PPI–Prokinetik dan
25 pasien kelompok kombinasi PPI–Prokinetik–Pregabalin di RS Bethesda
Yogyakarta selama periode Desember 2024 hingga Maret 2025. Luaran terapi berupa
perubahan skor nyeri dan kualitas hidup diukur pada hari ke-0 dan hari ke-30
menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) dan Short-Form Nepean
Dyspepsia Index Indonesia (SF-NDII). Analisis efektivitas terapi dilakukan
dengan uji Independent Paired T-test, sedangkan General Linear Model
(GLM) Univariate digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
luaran.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kelompok terapi kombinasi PPI – Prokinetik dan
Pregabalin mengalami penurunan skor nyeri lebih besar dibandingkan dengan
kelompok tanpa pregabalin (5,20 ± 1,354 vs 3,84 ±
2,154; p= 0,010).
Selain itu, peningkatkan kualitas hidup pasien
terutama
pada domain tension/ketegangan terjadi sebesar 46,80 ± 20,76 pada
kelompok dengan kombinasi terapi pregabalin dibandingkan 33,20 ± 21,55 pada
kelompok tanpa pregabalin (p = 0,028). Dengan demikian, penambahan
pregabalin dalam kombinasi terapi PPI - prokinetik terbukti secara signifikan dapat
menurunkan skor nyeri sekaligus meningkatkan kualitas hidup, terutama pada
aspek ketegangan pasien dispepsia fungsional.
Functional
dyspepsia is one of the most commonly encountered gastrointestinal disorders in
healthcare practice. Proton pump inhibitors (PPIs) are recognized as the
first-line therapy; however, some patients treated with standard-dose PPIs
continue to exhibit persistent symptoms. Therefore, combination therapy with
additional pharmacological agents, such as neuromodulators, is required. This
study aimed to analyze the effectiveness and impact of adding the
neuromodulator pregabalin to PPI–prokinetic combination therapy in reducing
pain scores (VAS) and improving quality of life in patients with functional dyspepsia.
This
research was conducted as a cohort-prospective study with a pre–post control
group design, involving 25 patients receiving PPI–prokinetic combination therapy
and 25 patients receiving PPI–prokinetic–pregabalin combination therapy at
Bethesda Hospital, Yogyakarta, between December 2024 and March 2025.
Therapeutic outcomes, including changes in pain scores and quality of life,
were measured at baseline (week 0) and after four weeks using the Visual
Analogue Scale (VAS) and the Short-Form Nepean Dyspepsia Index Indonesia
(SF-NDII). The effectiveness of the therapy was analyzed using the Independent
Paired T-test, while the General Linear Model (GLM) Univariate was applied to
assess the factors influencing the outcomes.
The
results demonstrated that the group receiving PPI–prokinetic–pregabalin combination
therapy experienced a greater reduction in pain scores compared to the group
without pregabalin (5.20 ± 1.354 vs 3.84 ± 2.154; p = 0.010). Moreover,
improvement in quality of life, particularly in the tension domain, was higher
in the pregabalin combination group (46.80 ± 20.76) compared to the
non-pregabalin group (33.20 ± 21.55; p = 0.028). Thus, the addition of
pregabalin to PPI–prokinetic combination therapy was proven to significantly
reduce pain scores and improve quality of life, particularly in reducing
emotional tension, among patients with functional dyspepsia.
Kata Kunci : Dispepsia fungsional, pregabalin, skor nyeri, kualitas hidup, VAS, SF-NDII