Persepsi masyarakat dan pemberi pelayanan kesehatan terhadap jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat Kota Kuala Kapuas di propinsi Kalimantan Tengah
SYAMSURI, Prof.dr. Ali Ghfron Mukti, MSc.,Ph.D
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: krisis moneter tahun 1997 yang melanda Bangsa Indonesia, menjadikan pembiayaan kesehatan semakin meningkat dan mahal, sehingga masyarakat miskin tidak dapat menjangkau atau mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) ini dimaksudkan untuk mempersiapkan kesinambungan pembiayaan kesehatan dengan mengembangkan kemandirian masyarakat untuk memelihara kesehatannya, sehingga biaya kesehatan dapat terjangkau. Persepsi masyarakat tentang JPKM perlu diteliti karena akan mempengaruhi penerimaan program ini. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi masyarakat dan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) terhadap JPKM di Kota Kuala Kapuas Kalimantan Tengah. Metode: penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan cross-sectional dengan jumlah sampel 133 responden, yang terdiri atas masyarakat 65 responden (49%), PPK 68 responden (51%). Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji kesahihan dan keandalannya, uji statistik dan tehnik analisis data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan tabulasi silang untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa 84,62% responden menganggap bahwa dengan ikut JPKM masalah biaya pelayanan kesehatan teratasi. 81,5% responden menganggap bahwa paket pelayanan kesehatan dengan menggunakan JPKM menjadi ringan dan 83,08% responden mempunyai persepsi baik terhadap asuransi kesehatan/JPKM dan 79,41% PPK mempunyai persepsi baik terhadap asuransi kesehatan/JPKM. Kesimpulan : Masyarakat dan PPK mempunyai persepsi baik tentang JPKM dan menganggap bahwa JPKM dapat mengatasi masalah pembiayaan kesehatan sehingga JPKM sebaiknya dilanjutkan dan terus disosialisasikan.
Background: The monetary crisis in 1997 occurred in Indonesia, health service and health cost has been increased and expensive, and the impact is that poor people could not reach or obtained the needed health service. The Managed Care program is intended to prepare the continuation of health financing by developing communities’ independency in order to maintain their health through Managed Care system. Objective: This research was aimed to find out the perception of community and health service provider (PPK) toward Managed Care in the city of Kuala Kapuas Central Kalimantan. Method: This was a quantitative and qualitative research that used cross sectional design with the sample of 133 respondents that consisted of 65 respondents (49%), and PPK with 68 respondents (51%). Data was collected by using questioner that has been validated, and the statistic test and analysis technique of this research used descriptive statistic and cross tabulation in order to find out relationship between independent and dependent variables. Result: Respondent perception regarding health service financing in this research showed that 84,62% of the respondens had a good perception toward health service cost, 81,5% of the communities had a good perception toward health service package and 83,08% of the communities had a good perception toward health insurance/Managed Care. There was 85,29% of PPK who had a good perception of capitation, and 79,41% of PPK who had a good perception of health insurance/Managed Care. Conclusion: Respondent and PPK have a good perception of health insurance/managed care program and it’s possible to continue and socialization managed care program.
Kata Kunci : Asuransi Kesehatan,JPKM,Persepsi Masyarakat,Layanan Kesehatan, perception, community, PPK, Managed Care