Laporkan Masalah

Pergeseran Diplomasi Tiongkok Dalam Wacana Perubahan Iklim di Kepulauan Pasifik

Krisman Heriamsal, Prof. Dr. Drs. Dafri Agussalim, M.A.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Ekspansi Tiongkok di Kepulauan Pasifik umumnya dikaitkan dengan kepentingan material seperti  ekonomi, militer, dan politik. Sebab, hubungan Tiongkok dengan Kepulauan Pasifik seringkali dibangun melalui pendekatan konvensional seperti kerja sama ekonomi, keamanan, dan diplomatik/politik. Namun, dalam beberapa dekade terakhir terjadi pergeseran pada strategi ekspansi Tiongkok di kawasan ini. Tiongkok menempatkan narasi perubahan iklim sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari praktik diplomasinya di Kepulauan Pasifik. Selain melaksanakan agenda-agenda tentang mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, Tiongkok juga secara konsisten mengangkat isu ini dalam berbagai forum internasional termasuk dalam pertemuan diplomatik tingkat tinggi dengan negara-negara Kepulauan Pasifik (PIC). Penelitian ini menganalisis pergeseran tersebut dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong Tiongkok melakukan perubahan kebijakan dalam ekspansinya di Kepulauan Pasifik, serta menyoroti respons PIC terhadap pendekatan terbaru Tiongkok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analitis dengan mengumpulkan data melalui studi literatur, wawancara, dan analisis teks pidato pemimpin negara-negara terkait.  Dengan menggunakan kerangka analisis konstruktivis dan konsep diplomasi iklim, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran diplomasi Tiongkok tidak semata-mata didorong oleh kepentingan material melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain seperti: Konstruksi identitas Tiongkok terkait perdaban ekologi; Adanya norma internasional yang menuntut negara-negara besar untuk mengambil tanggung jawab dalam tata kelola perubahan iklim global; Dan upaya untuk merespons kritik dan tekanan dari komunitas internasional terhadap pendekatan konvensional Tiongkok. Secara praktis hubungan Tiongkok dan Kepulauan Pasifik akan tetap dibingkai dengan kerja sama iklim, namun dibalik narasi tersebut terdapat kepentingan yang lebih luas dari sekadar menangani perubahan iklim, baik Tiongkok maupun Kepulauan Pasifik.

China's expansion in the Pacific Islands is generally associated with material interests such as economic, military, and political. China's relations with the Pacific Islands are often built through conventional approaches such as economy, security, and diplomatic/political cooperation. However, in recent decades, China's expansion strategy has shifted in this region. China places the climate change narrative as an inseparable part of its diplomatic practices in the Pacific Islands. In addition to implementing agendas on climate change mitigation and adaptation, China has also consistently raised the issue of the impact of climate change in the Pacific Islands in various international forums including high-level diplomatic meetings with Pacific Island countries (PICs). This study analyzes this shift by identifying the factors that drive China to change its policy in its expansion in the Pacific Islands and highlighting the PIC's response to China's latest approach. This study uses a qualitative analytical approach by collecting data through literature studies, interviews, and analysis of speech texts of leaders of related countries. By using a constructivist analytical framework and the concept of climate diplomacy, this study finds that the shift in China's diplomacy is not only driven by material interests but also by several factors like China's identity construction related to eco- civilization; The existence of international norms that require major countries to take responsibility for global climate change governance; And the urge to respond to criticism and pressure from the international community on China's conventional approach. In practice, China and the Pacific Islands relations will continue to be framed by climate cooperation, but behind that narrative are broader strategic interests than just dealing with climate change, both for China and the Pacific Islands. 


Kata Kunci : Tiongkok, Kepulauan Pasifik, Diplomasi Iklim, Identitas, Peradaban Ekologi, Konstruktivisme

  1. S2-2025-524755-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524755-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524755-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524755-title.pdf