Laporkan Masalah

Pendekatan Fenemonologi Terhadap Lanskap Gua Jepang Kaligua, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

ARGA FAHREZA, Mimi Savitri, M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | ARKEOLOGI

Pendekatan fenomenologi merupakan sebuah upaya untuk memahami bagaimana manusia melihat dunianya. Fenomenologi lahir dari filsafat tentang fenomena atau sesuatu yang tampak. Pendekatan ini berusaha digunakan dalam memahami lanskap Gua Jepang Kaligua, sebuah situs peninggalan masa Jepang di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Gua Jepang Kaligua memiliki ruangan yang kompleks untuk dihuni serta berada dalam lanskap yang memiliki perkebunan teh, mata air, hingga telaga air tawar.  penelitian yang diajukan adalah bagaimana pendekatan fenomenologi berlaku terhadap lanskap Gua Jepang Kaligua. Metode yang digunakan seperti yang juga digunakan oleh Tilley yakni observasi objek dan mencatat pengalaman selama berada di area lanskap. Beradasarkan penelitian, interpretasi terhadap makna lanskap menunjukkan dua aspek kehidupan yang berada dalam lanskap. Pertama adalah Gua Jepang tersebut merupakan perwujudan dari ideologi yang dianut. Kedua, konteks lingkungan di sekitar gua mendukung untuk memenuhi kebutuhan ekonomi selama perang, khususnya berkaitan dengan logistik pangan. Refleksi penelitian ini adalah bahwa penggunaan fenomenologi terhadap objek arkeologi adalah upaya untuk memahami dunia yang dibuat oleh pencipta material. Aspek kehidupan yang bisa digali melalui pendekatan ini bukan hanya media sakral saja tetapi bisa juga terkait dengan politik ekonomi.

The phenomenological approach is an attempt to understand how humans see their world. Phenomenology was born from the philosophy of phenomena or something that appears. This approach attempts to be used in understanding the landscape of the Kaligua Japanese Cave, a Japanese heritage site in Pandansari village, Paguyangan sub-district, Brebes Regency, Central Java. The Kaligua Japanese Cave has a complex of rooms to live in and is located in a landscaped area that has tea plantations, water springs, and freshwater lakes. The research question posed is how the phenomenological approach is applied to the landscape of the Kaligua Japanese Cave. The method used is the same as that used by Tilley, namely observation of objects and recording experiences while in the landscape area. Based on the research, the interpretation of the meaning of the landscape shows two aspects of life in the landscape. First, the Japanese Cave is a manifestation of the ideology adopted. Second, the environmental context around the cave supports the fulfillment of economic needs during the war, especially related to food logistics. The reflection of this research is that the use of phenomenology on archaeological objects is an attempt to understand the world created by the creator of the material. Aspects of life that can be explored through this approach are not only sacred media but can also be associated with political economy.


Kata Kunci : Fenomenologi, Lanskap, Gua Jepang.

  1. S1-2025-459936-abstract.pdf  
  2. S1-2025-459936-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-459936-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-459936-title.pdf