Laporkan Masalah

PENGARUH PANEN TERHADAP KANDUNGAN MINYAK ATSIRI DALAM HERBA TIMI

SUHARSONO TIKNYOHARJONO, Drs. Sukartono Apt.

1978 | Skripsi | Ilmu Farmasi

Telah dilakukan penelitian pengaruh panen terhadap kandungan minyak atsiri dalam herba timi. Sampel diambil dari Lereng Lawu (Pancot dan Cemorosewu) dan pa nen dilakukan pada saat timi berumur 6 bulan serta 3 bu lan sesudahnya. Setelah sampel diambil kemudian dikering-a nginkan, dipisahkan dari bagian yang tidak dikehendaki dan kotoran lain. Herba timi yang diperoleh dikeringkan di atas kapur tohor, kemudian ditetapkan kadar minyak atsirinya dengan cara destilasi aliran kembali dengan a lat Stahl. Sedang penetapan kadar air dengan cara desti lasi toluen. Dari hasil ini minyak atsirinya diperhi tungkan terhadap kandungan airnya. Kemudian dilakukan tes kemaknaan terhadap kandungan minyak atsiri rata-ra- ta masing-masing sampel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: tidak selamanya panen kedua akan memberikan minyak at siri lebih banyak daripada panen pertama (Cemorosewu, panen pertama 2,38 % v/b dan kedua 1,71 % v/b), kecuali telah diperoleh tingkat perkembangan yang sama (Sampel Pancot hampir membuktikan hal ini, panen pertama 1,12 % v/b dan kedua 1,17 % v/b). kandungan minyak atsiri maksimal dicapai bila panen dilakukan pada saat timi berbunga, berbiji tetapi bi- jinya belum tua (Cemorosewu, panen pertama 2,38 % v/b). Ini membuthkan tenggang waktu yang berlainan untuk daerah yang berbeda iklimnya (Pancot, 3 bulan hampir sudah cukup tetapi Cemorosewu 3 bulan masih be lum cukup).

Kata Kunci : MINYAK ATSIRI, HERBA TIMI

  1. S1-1978-SuharsonoTiknyoharjono-abstract_pdf.pdf  
  2. S1-1978-SuharsonoTiknyoharjono-bibliography_pdf.pdf  
  3. S1-1978-SuharsonoTiknyoharjono-tableofcontent_pdf.pdf  
  4. S1-1978-SuharsonoTiknyoharjono-title_pdf.pdf