Efektivitas pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku bidan mengkaji kekerasan pada Ibu hamil yang antenatal care di Puskesmas se Kabupaten Badung dan Kota Denpasar
RAHYANI, Ni Komang Yuni, Prof.dr. M. Hakimi, SpOG.,PhD
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang. Penyedia pelayanan kesehatan seringkali kehilangan kesempatan untuk mengidentifikasi korban kekerasan, disebabkan karena; rendahnya kompetensi teknik untuk mengkaji, dan kendala institusional. Dalam keadaan hamil, perempuan lebih berisiko mengalami kekerasan oleh suaminya yang bisa berakibat fatal maupun nonfatal. Kontak yang teratur dengan petugas kesehatan selama hamil menyebabkan kelompok ini lebih tepat untuk dikaji secara aktif terhadap kejadian kekerasan. Upaya pelatihan terhadap bidan tentang upaya mengidentifikasi kekerasan terhadap ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku bidan. Tujuan. Untuk mengetahui perubahan pengetahuan sikap dan perilaku bidan mengkaji kekerasan pada ibu hamil yang antenatal care di puskesmas. Metode. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan rancangan nonrandomized pretest-posttest control group design. Sampel sebesar 70 orang bidan yang bertugas di puskesmas, dibagi dalam kelompok bidan mendapat pelatihan dan kontrol. Sampel dipilih secara purposive sampling. Menguji perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku tiap kelompok menggunakan t-test, menguji hubungan variabel bebas, pengganggu dan variabel terikat secara bersamaan dengan analisis regresi berganda, program SPSS versi 11,5 dengan taraf signifikansi 5 persen. Hasil. Terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan, sikap dan perilaku kelompok bidan yang dilatih dibandingkan kelompok kontrol. Hanya pelatihan yang mempunyai hubungan secara signifikan terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku bidan. Umur, lama tugas, jumlah kunjungan ibu hamil, jumlah program yang dikelola dan tingkat pendidikan tidak mempunyai hubungan bermakna terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku bidan. Kejadian kekerasan terhadap ibu hamil di Kota Denpasar hampir sama dengan daerah lain di Indonesia. Kesimpulan. Pelatihan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku bidan, namun harus diperhatikan metode pembelajaran yang tepat bagi orang dewasa.
Background: The health providers usually lose their chance to identify the violence victims because of low technical competence to analyze and because of institutional problems. In pregnancy, women have more risks to experience violence from their husbands that results in fatal or non-fatal impacks. Regular contact with health service providers during pregnancy makes this group is appropriate to analyze actively in term of violence. The training for midwives on identifying violence towards pregnant mothers may improve knowledge, attitude and behavior of midwives. Objectives: To find out the changing knowledge, attitude and behavior of midwives in analyzing violence toward pregnant womens with antenatal care in public health centers. Methods: This was a quasi experimental study with nonequivalent pretestposttest control group design. There were 70 midwives as samples who work in the public health centers and they were divided into 2 groups of treatment and control. The samples were taken with purposive sampling. This study tested different knowledge, attitude and behavior of each group using t-test; to tested the relationship of independent, confounder and dependent variables all together using multi-regression analysis, program SPSS version 11.5 with significant level of 5%. Results: There was significant difference of knowledge, attitude, and behavior between the treatment and control groups. Training had significant relationship with knowledge, attitude, and behavior of midwives. Age, length of years of working number of pregnant womens visit, number of programs and levels of education did not have significant relationship with knowledge, attitude and behavior of midwives. The violence cases of pregnant womens in Denpasar was almost the same with that in other places in Indonesia. Conclusion: Training improves knowledge, attitude, and behavior of midwives, but it should consider the most appropriate methods for adult learning.
Kata Kunci : Kesehatan Ibu Hamil,Antenatal Care,Perilaku Bidan, violence, pregnant womens, antenatal care, training