Laporkan Masalah

Hubungan fungsi keluarga dan kejadian kehamilan tidak diinginkan pada remaja di Jogjakarta

GINTING, Chrismis Novalinda, Prof.dr. M. Hakimi, SpOG.,PhD

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja berisiko tinggi menimbulkan konsekuensi-konsekuensi negatif, baik berupa konsekuensi medis-demografis, psikologis, maupun sosial ekonomi. KTD pada remaja di pengaruhi oleh multifaktor. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa keluarga merupakan salah satu faktor risiko penyebab terjadinya KTD pada remaja. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan fungsi keluarga, meliputi fungsi kebersaamaan di dalam keluarga, fungsi fleksibilitas dan fungsi komunikasi dengan kejadian KTD pada remaja. Metode Penelitian: penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan rancangan kasus kontrol, menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian adalah remaja berusia 15-24 tahun yang mengalami KTD dan berkonsultasi ke PKBI DIY selama 29 Maret 2004 hingga 15 Mei 2004 sebagai kasus. Kontrol ditetapkan berdasarkan matching dengan lingkungan tempat tinggal dan usia. Subjek terdiri dari 30 kasus dan 30 kontrol. Data dianalisis secara univariat, bivariat, stratifikasi dan multivariat. Hasil : Hasil uji regresi logistik menunjukan bahwa fleksibilitas keluarga, pengetahuan tentang kehamilan dan tempat tinggal berpengaruh terhadap kejadian KTD secara signifikan (p<0,05) (fungsi fleksibilitas OR=6,408; 95% CI= 1,436

Background: Adolescent unwanted pregnancy is high risk for the negative consequences, covering medical-demographic consequence, psychological consequence and also socio economic consequence. There are multi-factors causes adolescent unwanted pregnancy. Some studies indicated that family is one of factor causing risk adolescent pregnancy. Objective: This research was aimed to assesing correlation between family function, including family cohesion, family flexibility and family communication with adolescent unwanted pregnancy. Methods: This is an observational research with case control study design, using two approaches that is quantitative approach and qualitative approach. The subjects of this research were adolescent of 15-24 years of age who got pregnant and consulted to PKBI DIY during 29th March 2004 until 15th May 2004 as cases. Controls were identified by matching with neighbour and age. The subjects consisted of 30 cases and 30 controls. Data were analyzed in univariate, bivariate, stratification and multivariate methods. Result: The result of logistic regression showed that family flexibility variable, knowledge of pregnancy and residence have correlation with adolescent unwanted pregnancy (p<0,05) (family flexibility function OR=6,408; 95% CI= 1,436

Kata Kunci : Perilaku Sehat,Kehamilan Remaja,Fungsi Keluarga


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.