Laporkan Masalah

Hubungan Antara Rasionalitas Antimalaria Dengan luaran Klinik Serta Lama Rawat Inap Pasien Malaria di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Manokwari

Mardame Gultom, Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F., M.Si ; Prof. Dr. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., FISQua

2025 | Tesis | S2 Mag.Farmasi Klinik

Penggunaan antimalaria yang tidak rasional, dapat memperburuk kondisi klinis pasien, memperpanjang durasi rawat inap, meningkatkan resistensi parasit dan menambah beban biaya pengobatan yang lebih tinggi untuk mencapai kesembuhan. Hal tersebut menyebabkan masalah malaria menjadi semakin sulit diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasionalitas penggunaan antimalaria terhadap luaran klinik berupa kondisi keluar pasien serta lama rawat inap pasien malaria di RSUD Kabupaten Manokwari.

Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan metode retrospective cohort berdasarkan data rekam medis. Jumlah total sampel dalam penelitian ini adalah 168 pasien yang terdiri dari 68 pasien kelompok rasional dan tidak rasional. Pengukuran rasionalitas menggunakan Pedoman Obat Rasional (POR) berupa tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat durasi dan tepat frekuensi. Analisis bivariat untuk melihat hubungan rasionalitas antimalaria dengan luaran klinik pasien (membaik dan belum sembuh) dan lama rawat inap menggunakan uji Chi-square dengan confidence interval 95%. Analisis multivariat menggunakan uji ordinal logistic regression dan binary logistic regression untuk mengetahui hubungan antara variabel perancu dengan variabel terikat.

Hasil menunjukkan frekuensi ketidakrasionalan penggunaan antimalaria yang ditemukan seperti tidak tepat dosis 14,9%, tidak tepat durasi 12,5%, tidak tepat obat 6%, tidak tepat dosis dan durasi sebanyak 6%, tidak tepat frekuensi 3,6%, tidak tepat obat dan dosis 3,6%, tidak tepat obat dan durasi 1,2%, tidak tepat indikasi dan durasi 1,8%, tidak tepat frekuensi dan waktu pemberian 0,6%. Terdapat hubungan yang signifikan (p=0,017) antara penggunaan antimalaria secara rasional terhadap kondisi saat pasien keluar. Tidak terdapat hubungan yang signifikan (p=0,354) antara rasionalitas penggunaan antimalaria terhadap lama rawat inap pasien. Dapat disimpulkan, rasionalitas penggunaan antimalaria berhubungan dengan kondisi keluar pasien namun tidak berhubungan dengan lama rawat inap pasien malaria di RSUD Kabupaten Manokwari.

Irrational use of antimalarial drugs can worsen a patient’s clinical condition, prolong hospitalization, increase parasite resistance, and raise treatment costs. These factors make malaria more difficult to control. This study aims to determine the relationship between the rational use of antimalarials and clinical outcomes, specifically discharge condition and length of hospital stay in malaria patients at RSUD Manokwari District Hospital.

This was an analytical observational study using a retrospective cohort design based on medical record data. A total of 168 malaria patients were included, consisting of both rational and irrational treatment groups. Rationality was assessed using the Rational Drug Use Guidelines, which include appropriate indication, patient, drug, dose, duration, and frequency. Bivariate analysis using the Chi-square test (95% confidence interval) was performed to assess the relationship between rational antimalarial use and clinical outcomes (recovered or not recovered), as well as length of stay. Multivariate analysis used ordinal and binary logistic regression to examine the effect of confounding variables.

The results showed the frequency of irrational use of antimalarials found such as inappropriate dose 14.9%, inappropriate duration 12.5%, inappropriate drug 6%, inappropriate dose and duration as much as 6%, inappropriate frequency 3.6%, inappropriate drug and dose 3.6%, inappropriate drug and duration 1.2%, inappropriate indication and duration 1.8%, inappropriate frequency and time of administration 0.6%. There was a significant association (p=0.017) between the rational use of antimalarials and the condition at discharge. There was no significant relationship (p=0.354) between the rational use of antimalarials and the length of stay of patients. In conclusion, rational antimalarial use is associated with better discharge outcomes but not with the length of stay of malaria patients at RSUD Manokwari.

Kata Kunci : antimalarials, Manokwari District Hospital, Drug Use Rationality

  1. S2-2025-524977-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524977-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524977-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524977-title.pdf