Laporkan Masalah

DIPLOMASI DIGITAL SELANDIA BARU DALAM KEBIJAKAN CHRISTCHURCH CALL UNTUK MENANGANI TERORISME

Octavia Novita Sari, Dr. Dody Wibowo

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini menganalisis upaya diplomasi digital Selandia Baru dalam menangani penyebaran konten terorisme dan ekstremisme kekerasan melalui kebijakan Christchurch Call. Serangan teroris pada 15 Maret 2019 di Christchurch menjadi momentum penting yang menyoroti bagaimana ruang digital dimanfaatkan untuk menyebarkan ideologi kekerasan secara global. Sebagai respons, Selandia Baru menginisiasi Christchurch Call untuk mendorong kerja sama internasional dalam menghapus konten ekstremisme daring dan memperkuat tata kelola platform digital. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana diplomasi digital digunakan sebagai instrumen kebijakan luar negeri yang adaptif terhadap tantangan dunia siber. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Christchurch Call berhasil mendorong kolaborasi antara negara, perusahaan teknologi, dan masyarakat sipil dalam membentuk standar etika dan regulasi konten daring. Diplomasi digital dalam konteks ini terbukti menjadi strategi efektif untuk membangun ruang digital yang aman, bertanggung jawab, dan inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa diplomasi digital dapat memperkuat kerja sama lintas batas dalam menghadapi ancaman ekstremisme di era informasi, serta mendorong negara-negara lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam kebijakan keamanan siber.

This study analyzes New Zealand's digital diplomacy efforts in addressing the spread of terrorism and violent extremism content through the Christchurch Call policy. The terrorist attack on March 15, 2019, in Christchurch marked a significant moment highlighting how digital spaces are exploited to disseminate violent ideologies globally. In response, New Zealand initiated the Christchurch Call to promote international cooperation in removing online extremist content and strengthening the governance of digital platforms. Using a qualitative approach with a literature study method, this research explores how digital diplomacy is employed as a foreign policy instrument that adapts to the challenges of the cyber world. The findings indicate that the Christchurch Call has successfully encouraged collaboration among countries, technology companies, and civil society in establishing ethical standards and regulations for online content. Digital diplomacy in this context proves to be an effective strategy for creating a safe, responsible, and inclusive digital space. This study confirms that digital diplomacy can enhance cross-border cooperation in addressing the threat of extremism in the information age, as well as encourage other countries to adopt similar approaches in cybersecurity policy.

Kata Kunci : diplomasi digital, Christchurch Call, ekstremisme daring, kerja sama internasional, keamanan siber

  1. S2-2025-524688-abstract.pdf  
  2. S2-2025-524688-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-524688-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-524688-title.pdf