Hubungan perawatan antenatal dan penolong pertama dengan kematian maternal di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
WIYATI, Nining, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,SpOG.,PhD
2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Enam puluh sembilan persen kelahiran telah mendapat perawatan antenatal sedikitnya empat kali selama kehamilannya, tetapi dalam pemilihan tempat melahirkan, rumah merupakan pilihan pertama terutama dipedesaan yaitu sekitar 73 persen dan 54 persen diantaranya ditolong oleh dukun. Dua puluh enam persen persalinan mengalami komplikasi yang dapat mengakibatkan kematian baik pada ibu maupun pada bayinya. Oleh karena itu untuk menekan morbiditas dan mortalitas maternal dan neonatal, maka setiap persalinan dianjurkan ditolong oleh tenaga kesehatan. Tujuan: Untuk mendiskripsikan kematian maternal di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mengetahui hubungan perawatan antenatal, penolong pertama dan karakteristik ibu dengan kematian ibu Bahan dan Cara: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan Case Control, dengan unit analisis kasus kematian ibu hamil, ibu bersalin dan ibu post partum karena komplikasi perdarahan, preeklamsia-eklamsia dan infeksi selama tahun 2001 selanjutnya disebut kasus sejumlah 35 orang, dan sebagai kontrol adalah ibu hamil, ibu bersalin dan ibu post partum yang dapat diselamatkan dari komplikasi perdarahan, preeklamsia-eklamsia dan infeksi. Perbandingan kasus dengan kontrol adalah 1 : 2, sehingga jumlah kontrol 70 orang. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dengan menggunaka uji statistik Chi Square dan Ood’s Ratio, uji stratifikasi dilakukan pada variabel bebas dengan variabel kontrol dan analisis multivariate dengan menggunakan Regresi Logistik. Hasil: Pada uji stratifikasi umur merupakan faktor pengganggu terhadap perawatan antenatal, umur, paritas dan income merupakan faktor pengganggu terhadap penolong pertama. Analisis multivariable dengan hasil tidak ada hubungan antara perawatan antenatal dengan kematian maternal pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan nilai p=0,28, OR=1,67, IK= 0,66- 4,25, ada hubungan bermakna antara penolong pertama dengan kematian maternal pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan nilai p=0,00, OR=4,81, IK=1,85-12,51. Umur memiliki hubungan bermakna dengan kematian maternal pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan nilai p=0,02, OR=3,07, IK=1,21 –7,80 Kesimpulan: Umur dan penolong pertama ada hubungan bermakna dengan kematian maternal dan perawatan antenatal tidak memiliki hubungan dengan kematian maternal
Background: Sixty nine percent births have obtained antenatal care four times during pregnancy, and yet in selecting a place to give birth, home is the first selection especially in villages with 73 % and 54 % among the delivery process was assisted by indigenous medical practitioner. Twenty six percent delivery process experienced complication that could cause maternal and neonatal mortality. Therefore, in order to suppress the morbidity and mortality of maternal and neonatal, every delivery process should be assisted by health care provider. Objective: To describe maternal mortality in the province of Daerah Istimewa Yogyakarta and to find out the relationship of antenatal care, first aid and mother’s characteristic with mother’s mortality. Method: This was an observational research with quantitative and qualitative approaches with case control design. The analysis unit was mortality case of pregnant mother, mother who give birth and post partum because of bleeding complication, preeclampsia-eclampsia and experienced infection during the year of 2001 which then included in case group with 35 people. Those who were included in control group was pregnant mother, mother who give birth and post partum who could be saved from bleeding complication, preeclampsia-eclampsia and infection. The comparison of case and control was 1:2, so that the number of control was 70 people. Analysis was done with univariat and bivariat that used Chi Square and Odds Ratio statistic test, stratification test was done in independent variable with confounding variable, and multivariate analysis used logistic regression. Result: In the stratification test, age was considered as confounding factor toward antenatal care and age, parity and income were confounding variable toward the first aid. The multivariable analysis showed that there was no relationship between antenatal care with maternal mortality in confidence interval of 95% with p = 0,28, OR=1,67, IK=0,66-4,25, and there was a significant relationship between first aid with maternal mortality in the confidence interval of 95% with p=0,00, OR=4,81, IK=1,85-12,51. In addition, there was a significant relationship between age with maternal mortality in the confidence interval of 95% with p=0,02, OR=3,07,IK=1,21-7,80. Conclusion: There was a significant relationship between age and first aid with maternal mortality and there was no relationship between antenatal care with maternal mortality.
Kata Kunci : Kesehatan Anak,Kematian Antenatal,Perawatan dan Penolong Pertama, antenatal care, first aid, age, and maternal mortality