Evaluasi kapasitas maksimum saluran drainase yang mengalir ke saluran utama kali Code terhadap limpasan maksimum air hujan yang jatuh di wilayah kotamadya Yogyakarta
Nanik Retno Wahyuni, Drs. Suratman
1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANSeiring dengan semakin intensifnya pembangunan nasional, Kotamadya Yogyakarta juga mengalami perkembangan kota. Akibat dari hal tersebut terjadi perubahan penggunaan lahan dari area terbuka menjadi area tertutup. Perubahan penggunaan lahan menyebabkan nilai koefisien limpasan menjadi besar. Limpasan yang besar apabila saluran yang memadai akan diiringi dengan genangan. Di beberapa bagian Kotamadya Yogyakarta sering terjadi genangan bila hujan turun. Tujuan dari penelitian kemampuan saluran yang ada terhadap debit maksimum rencana. Menghitung volume luapan yang terjadi lamanya luapan tersebut, disamping juga faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya genangan daerah itu. Metode yang digunakan dalam penelitian diantaranya, metode rasional, metode Gumbel Tipe I, metode inlet, metode hidrograf routing dan metode slope area. Data-data yang digunakan adalah data meteorologi, data saluran dan data parameter daerah pengaliran. Hasil perhitungan menunjukkan, sebagian besar saluran air hujan di Kotamadya Yogyakarta masih mampu untuk sub daerah mengalirkan limpasan yang terjadi. Dari pengaliran yang ada, daerah pengaliran jalan Sultan Agung yang tidak mengalami genangan dengan kata lain semua saluran yang ada mampu menampung debit banjir rencana dengan periode ulang di atas 20 tahun. Daerah pengaliran yang paling banyak terjadi genangan adalah jalan Brigjen Katamso, rata-rata saluran hanya mampu mengalirkan banjir rencana kurang dari 5 tahun. Untuk debit daerah pengaliran yeng lain ada beberapa saluran yang kurang memenuhi syarat sehingga menimbulkan genangan.
-
Kata Kunci : Drainase, Limpasan maksimum,Kota Yogyakarta,DIY