Laporkan Masalah

Hubungan antara matrilinialitas keluarga dan tingkat pemanfaatan JPKM dengan status kesehatan reproduksi Ibu di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung Sumatera Barat

SARI, Nilma, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,SpOG.,PhD

2004 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang. Kesehatan reproduksi merupakan hak semua individu untuk dapat menikmatinya disemua usia. Kesehatan reproduksi tidak hanya terbebas dari kecacatan fisik mental atau sosial akan tetapi berhubungan dengan semua aspek kesehatan reproduksi. Dari berbagai penelitian yang dilakukan tentang kesehatan wanita khususnya kesehatan reproduksi dan KB ditemukan bahwa kesehatan wanita sering tidak tercapai pada masyarakat dengan kaum wanita yang termarjinalisasi yaitu kaum wanita yang miskin, tidak bekerja, kurang berpendidikan, sosial ekonomi lemah. Sehingga tidak memiliki kuasa dalam mengambil keputusan dalam rumah tangga termasuk keputusan untuk menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan juga tidak memiliki biaya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut pada umumnya terdapat pada wanita dengan budaya patrilinial. Pada budaya matrilinial belum pernah dikaji seberapa besar hubunganya berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi. Tujuan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah posisi wanita yang kuat dalam keluarga matrilinial serta peserta program JPKM berhubungan dengan kondisi kesehatan reproduksi ibu. Metodologi. Penelitian ini menggunakan rancanagan cross-sectional study pada 96 responden yang merupakan ibu rumah tangga dari keluarga yang menganut budaya matrilinial dalam keluarganya serta sebagai peserta JPKM di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Kesehatan reproduksi ibu sebagai variabel utama yang dilihat dari kondisi kesehatan ibu yang berhubungan dengan organ reproduksi, sedangkan variabel lain yang turut dianalisis adalah matrilinialitas dalam keluarga dan pemanfaatan terhadap kepesertaan JPKM, usia ibu, sosial ekonomi keluarga, pengetahuan ibu tentang kesehatan reproduksi. Hasil. Dari analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kesehatan reproduksi ibu berhubungan secara signifikan dipengaruhi oleh matrilinialitas keluarga dan pemanfaatan ibu terhadap kepesertaan JPKM yang dimilikinya. Variabel lain yang juga berhubungan dalam mempengaruhi kesehatan reproduksi ibu adalah usia ibu, dan sosial ekonomi keluarga.

Background: Reproductive health is everyone basic right. Reproductive health means not just freed from physical, mental or social handicapped that has relationship with all aspects of reproductive health. Various research in reproductive health and Family Planning, showed that women’s often could not reached in the community with marginalized women that poor women, not working and less educated, lack of motivation, and weak social economy; which hence, they do not have cost to obtain health service and do not have power in making decision in households such as decision to help themselves in health field. Objective: This study was aimed to examine whether matrilinialiyt and utility of Managed Care program were correlated mother’s reproductive health status. Method: This research occupied a cross-sectional study design consishing of 96 respondents who were and considered as participants of Managed Care in the distric of Sawahlunto Sijunjung. Mother’s reproductive health status was devined as mother’s health condition realated to reproductive organ, the other variables involved in this study were: matriliniality of the family, mother’s knowledge regarding reproductive health and Managed Care. Result: It can be concluded that mother’s reproductive health status is correlated with matriliniality of the family and their participations to Managed Care plan. Mother’s age and social economic status were also correlated to mother’s reproductive health status.

Kata Kunci : Kesehatan Ibu,Reproduksi,Matrilinialitas,JPKM, reproductive health, family matriliny, make use of managed care participation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.